alexametrics

Dapat Medali Perunggu, Eko Yuli Akui Kurang Persiapan

22 April 2019, 18:02:45 WIB

JawaPos.com – Lifter andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan gagal meraih podium tertinggi pada Kejuaraan Angkat Besi di Ningbo, Tiongkok, Sabtu (20/4) lalu. Bertanding di kelas 61 Kg, Eko harus mengakui keunggulan wakil tuan rumah, Fabin Li dan Fulin Qin.

Fabin Li meraih medali emas dengan total angkatan 312 Kg (snatch 141 Kg dan clean and jerk 171 Kg). Sementara Fulin Qin mendapatkan medali perak dengan total angkatan 302 Kg (snatch 136 Kg dan clean and jerk 166 Kg).

Eko sendiri ada di peringkat ketiga dan berhak meraih medali perunggu. Di kesempatan ini, dirinya mengangkat beban 299 Kg (snatch 133 Kg dan clean and Jerk 166 kg).

Saat dihubungi JawaPos.com, Senin (22/4) Eko mengakui dirinya kurang persiapan. Alhasil ia tak bisa mengangkat beban secara maksimal di kejuraan ini.

“Iya memang dengan persiapan yang belum maksimal, belum cukup untuk bisa dapatkan medali emas. Bahkan lawan juga sudah lebih siap di kejuaraan ini,” ujarnya.

Meski demikian, total angkatan Eko lebih baik dibanding kejuaraan sebelumnya. Pada Februari 2019 lalu, peraih medali emas di Asian Games 2018 ini hanya mengangkat total beban 297 Kg (snatch 136 Kg dan clean and jerk 161 Kg).

Namun menengok jauh ke belakang, Eko sempat tampil lebih bagus lagi. Di Ashgabat, Turkmenistan, November 2018 lalu, ia berhasil memecahkan rekor dunia dengan total angkatan 317 Kg (143 Kg untuk Snatch dan 174 Kg celan & jerk).

“Iya kami mencoba berjuang sebaik mungkin. Tapi balik lagi, memang persiapannya belum maksimal,” ucap Eko.

“Kalau segi medalinya memang ini perunggu dan yang lalu (Fuzhou) medali emas. Tapi angkatan lebih baik saat ini. Jadi target kami memperbaiki total angkatan dari kejuaraan sebelumnya,” tutupnya.

Editor : Bagusthira Evan Pratama

Reporter : Isa Bustomi



Close Ads