JawaPos Radar

Selain Histori, Asian Games 2018 Juga Tingkatkan UKM dan Pariwisata

18/07/2018, 19:55 WIB | Editor: Agustinus Edy Pramana
Puan Maharani, Asian Games 2018, Api Abadi
Puan Maharani dalam prosesi pengambilan api abadi di Mrapen (Isa Bustomi/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Wakil Ketua Dewan Pengarah Asian Games yang juga Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Republik Indonesia, Puan Maharani menilai Asian Games 2018 bukan hanya gelaran olahraga, melainkan dapat meningkatkan UKM dan Pariwisata.

Rangkaian Torch Relay atau kirab obor Asian Games 2018 di Indonesia secara resmi ditandai dengan pengambilan api abadi Mrapen, Purwodadi, Jawa Tengah, Rabu (18/7). Nantinya api tersebut melalui torch relay akan mengelilingi kota di Indonesia.

Dengan kegiatan estafet api obor keliling Indonesia ini menjadi simbol pertemanan dan semangat Asian Games 2018 di seluruh penjuru Indonesia sekaligus mempromosikan destinasi-destinasi pariwisata, seni budaya serta potensi-potensi daerah lainnya ke mancanegara.

"Selain histori, juga ada UKM yang berkaitan dengan ekonomi juga kami pertimbangkan. Memang salah satu kota wisata daerah turis itu Jawa Tengah dan Jogjakarta. Bukan kemudian wilayah lain tidak, itu juga iya namun kita harus fokus daerah wisata yang kita sosialisasikan lebih masif," ucap Menteri Puan.

Di isis lain, Indonesia patut berbangga untuk kembali menerima kehormatan menjadi tuan rumah Asian Games 2018 setelah yang pertama kali pada 1962 di Jakarta yang dibuka oleh Presiden Soekarno. Setelah 56 tahun Indonesia menunggu untuk kembali menjadi tuan rumah, diharapkan para atlet dapat memanfaatkan dengan meraih medali emas yang ditargetkan.

"Atas nama semangat dan keyakinan kita semua sebagai satu bangsa yang besar. Kita coba ulang lagi sejarah tersebut," katanya.

Untuk diketahui, pengambilan api abadi dilakukan dalam prosesi yang diiringi sesi cerita Jaka Tarub dengan 7 bidadari yang diperankan oleh Putri Indonesia.

Setelah pengambilan, api abadi dibawa oleh torch ambassador, Yustejo Tarik. Nantinya mantan atlet tenis tersebut akan membawa api ke Kota Semarang sebelum akhirnya disatukan dengan api yang sudah ada dari India di Prambanan.

Setelah itu tourch relay dimulai akan menempuh perjalanan kurang lebih 18.000 kilometer melewati kota-kota besar Indonesia seperti Malang, Bali, Raja Ampat, Makassar, Balikpapan, Banda Aceh, Padang.

Kemudian melewati kota penyelenggara Asian Games, Palembang, dan berhenti di Jakarta pada 17 Agustus 2018 atau sehari sebelum acara pembukaan digelar.

(isa/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up