alexametrics

Ini Dampak Pemangkasan Cabor di PON Papua Bagi Jawa Timur

13 Juli 2017, 03:08:38 WIB

JawaPos.com – Pemangkasan jumlah cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di Papua, akan berdampak pada prestasi Jawa Timur (Jatim). Jatim terancam kehilangan cabor-cabor pendulang emas di Papua nanti.

Menurut Ketua Umum KONI Jatim, Erlangga Satriagung, ada sembilan cabor yang terancam tidak dipertandingkan di Papua. Menurut surat edaran dari KONI Pusat yang dikirim ke daerah-daerah, jumlah cabor di PON Papua hanya 37.

Kesembilan cabor itu adalah squash, tarung derajat, dansa, berkuda, balap motor, drum band, pentaque, arum jeram dan woodball. “Jika tidak dilagakan di PON Papua, maka mereka bisa tidak bisa mengikuti program Puslatda. Sebab surat edaran itu menjadi acuan KONI Jatim dalam menggelar Puslatda,” jelas Erlangga.

Meski demikian, keputusan itu masih belum final. Jumlah cabor yang dipertandingkan di PON Papua masih mungkin terjadi perubahan. Oleh karena itu Erlangga berharap kesembilan pengurus cabor itu aktif bertanya ke pusat tentang masa depan cabornya di PON nanti.

Sementara itu, demi mencatat sukses di Papua, Jatim akan menggelar Pemusatan Latihan Daerah (Pusatda) Jatim 100 jilid IV. Puslatda Jatim akan mengandalkan empat pilar yaitu kesehatan, fisik, psikologi dan biomekanik. Keempat pilar tersebut membuat Jatim semakin terdepan untuk urusan sport science.

Selain itu, KONI Jatim juga mewajibkan pelatihnya memegang sertifikat kepelatihan. “Hal ini untuk memfokuskan dan menguatkan kinerja pelatih puslatda. Nanti, KONI akan membentuk badan khusus yang akan membantu sertifikasi pelatih dan studi atlet,” tutupnya. (saf/JPG)

Editor : Edy Pramana

Saksikan video menarik berikut ini:

Ini Dampak Pemangkasan Cabor di PON Papua Bagi Jawa Timur