JawaPos Radar

Asian Games 2018

Amankan Asian Games 2018, BPBD Sumsel Waspadai Kebakaran Lahan

13/03/2018, 21:18 WIB | Editor: Banu Adikara
Asian Games 2018, BPBD
Logo Asian Games 2018 (kemlu.go.id)
Share this image

JawaPos.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan melakukan upaya kesiapsiagaan secara serius untuk menghadapi potensi ancaman kebakaran hutan dan lahan untuk mengamankan jalannya Asian Games 2018.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Sumatera Selatan (Sumsel) Iriansyah pada Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan, Selasa (13/3) di Graha BNPB, Jakarta Timur.

Iriansyah menuturkan, BPBD Sumsel menyiagakan posko mulai di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, dan provinsi. BPBD juga mengajak partisipasi aktif masyarakat dan dunia usaha untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan. "

Total personel yang terlibat dalam kesiapsiagaan menghadapi bahaya karhutla ini mencakup 1.075 personel dari unsur pemerintah, TNI, dan Polri, sedangkan 4.444 personel dari masyarakat dan 2.130 dari sektor swasta. Partisipasi masyarakat berasal dari Kelompok Tani Peduli Api dan Masyarakat Peduli Api," kata Iriansyah dalam keterangan pers yang diterima JawaPos.com, Selasa (13/3).

BPBD Sumsel, kata Iriansyah, telah mengidentifikasi luas hutan atau lahan yang memiliki kerawanan terhadap kebakaran.

“Luas lahan gambut termasuk yang memiliki kerawanan tinggi, karena luas lahan gambut mencapai 1.483.662 hektar,” ujar Iriansyah.

Menurut data BPBD Sumsel, sejak awal tahun 2018 hotspot atau titik panas telah teridentifikasi tertinggi di kawasan Muara Enim (13) dan Ogan Komering Ilir (13). 

Sejumlah upaya lain dilakukan pemerintah daerah setempat mulai dari sekat kanal, sosialisasi larangan membuka lahan dengan cara bakar, pelatihan dan pembinaan kelompok masyarakat, relawan, regu pemadam, serta pemberdayaan masyarakat hingga teknologi modifikasi cuaca.

Sekretaris Utama BNPB Dody Ruswandi menginstruksikan untuk memadamkan titik api sesegera mungkin. Menurutnya akan terlambat apabila titik api sudah mulai membesar dan kemudian BPBD meminta dukungan helikopter untuk pengeboman air atau water-bombing.

(kar/isa/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up