Hormati Roy Suryo, Kemenpora Rahasiakan Detail Mediasi Sementara

12/09/2018, 14:09 WIB | Editor: Banu Adikara
Sekretaris Menpora Gatot Dewa Broto menolak membeberkan hasil mediasi dengan pihak Roy Suryo terkait 3.226 unit BMN yang belum dikembalikan. (Bintang Rahmat/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Polemik barang milik negara (BMN) antara Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Roy Suryo sampai saat ini sudah memasuki tahap mediasi kedua setelah melakukan mediasi pertama pada Senin (10/9). Sayangnya, Kemenpora enggan memberitahu secara detail substansi mediasi yang dilakukan pada Rabu (12/9) siang tadi.

"Tadi merupakan pertemuan awal secara formal. Jadi tadi saya sampaikan kronologi kejadian, supaya pihak kuasa hukum mempunyai gambaran yang utuh persoalannya seperti apa," ucap Sekretaris Menpora Gatot Dewa Broto.

Tidak hanya itu saja, Gatot mengaku mediasi tidak hanya sebatas menjelaskan awal mula pemasalahan. Mereka juga membicarakan kelanjutan dari pengembalian aset BMN yang sampai saat ini diduga belum dikembalikan oleh Roy yang merupakan mantan Menpora pada tahun 2013-2014.

Diwakili oleh kuasa hukumnya, Tigor Simatupang, Gatot menuturkan bahwa Roy mengaku sudah mengembalikan beberapa barang dari daftar yang ada.

"Tadi Pak Tigor mengatakan yang sudah dikembalikan itu listnya apa saja, kemudian yang belum dikembalikan juga apa saja. Saat pengembalian itu juga siapa pejabat yang bertanggung jawab dan tanggal berapa pengembaliannya. Kira-kira seperti itu," jelasnya.

Namun sayangnya Gatot enggan membeberkan lebih dalam. Hal ini, kata Gatot, terpaksa dirahasiakan semata-mata untuk menghargai Roy.

"Kalau apa substansinya, mohon maaf dengan sangat terpaksa tidak saya bisa ungkapkan. Karena itu sebagai bentuk juga rasa hormat kami kepada Roy Suryo," ucapnya.

Lebih lanjut, Gatot mengungkapkan masih akan ada pertemuan kembali dengan pihak Roy di kemudian hari.

"Sudah pasti akan ada pertemuan lagi, karena ini baru entry point. Ibarat kalau main bola, ini baru kick off. Bolanya ditendang kemana kita juga tidak tahu," tutupnya.

(mat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi