Pernah Dipandang Sebelah Mata, Tangan Odie Sukses Persembahkan Medali

11/09/2018, 13:50 WIB | Editor: Bagusthira Evan Pratama
Atlet bulu tangkis Indonesia, Oddie Kurnia Dwi Listyanto akan tampil dalam pentas Asian Para Games 2018 (Dok. INAPGOC)
Share this

JawaPos.com - Terlahir tidak sempurna mungkin jadi kenyataan pahit buat sebagian orang. Namun bagi Oddie Kurnia Dwi Listyanto, kondisi fisiknya yang tidak sama dengan kebanyakan orang justru dijadikan motivasi untuk bersinar di pentas olahraga khususnya cabang bulu tangkis.

Ya, Oddie merupakan atlet yang sudah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Pada Asian Para Games 2014 lalu, ia berhasil mempersembahkan medali perak dari nomor tunggal putra. Selanjutnya, ia yang turun di kategori ganda putra kembali mendapatkan medali perak di ASEAN Para Games 2017.

"Asian Para Games saya dapat medali perak ganda putra. (Asian Games 2014) Incheon, dapat medali perak juga tapi di nomor single. Terus terakhir dari Thailand dapat medali perunggu untuk kelas tunggal dan ganda," ungkap Oddie kepada JawaPos.com.

Namun tak banyak yang tahu bila sebelum sukses, Oddie kerap diremehkan oleh orang-orang. Karena kondisi tangan kanannya yang tidak sempurna, ia sering dipandang sebelah mata oleh lawan-lawannya yang memiliki fisik normal.

"Saya main bulu tangkis sejak umur enam tahun. Tangan saya begini ini dari lahir. Biar saya tidak minder sama teman-teman lain, orang tua mendaftarkan saya ke sekolah bulu tangkis. Nah mulai dari situ saya terus latihan sampai aktif masuk pelatnas tahun 2013," jelasnya.

"Dulu saya sering main lawan yang normal. Ya namanya kondisinya normal, keseimbangan mereka pasti lebih stabil. Saya awalnya kalah dan dulu pernah saya dipandang sebelah mata. Lawan pemain yang kondisinya normal, saya sering ditantang untuk main rubber (tiga game). Tapi dia tidak tahu pola main saya seperti apa. Orang itu bisa saya kalahkan straight set. Mulai dari situ ramai, orang itu dijelek-jelekan karena kalah dari saya," kenangnya sambil tertawa.

Kini, Oddie tengah bersiap diri untuk menghadapi pertandingan di pentas Asian Para Games 2018. Selain nomor tunggal, ia juga bakal diturunkan pada sektor ganda putra.

"Saya tampil di nomor ganda dan tunggal. Persiapan sejauh ini tetap latihan dan memompa diri biar lebih semangat lagi," ujarnya.

"Pemusatan latihan (TC) sudah dari Januari. Selama TC, saya memang beberapa kali cedera mulai dari lutut, tangan, sampai pergelangan lengan. Ini saja saya masih agak ngilu tangannya saat kasih smash. Tapi saya akan tetap berjuang maksimal demi mengharumkan nama Indonesia," tambahnya.

"Target di Asian Para Games, untuk ganda Insya Allah emas. Kalau tunggalnya minimal semifinal. Lawan yang paling kuat itu Malaysia, Jepang, Tiongkok, sama Indonesia juga kuat-kuat," tutur pria kelahiran Malang ini.

Terakhir, Oddie menyampaikan pesan untuk para penyandang disabilitas. Dibanding harus menutup diri karena kekurangan, Oddie menyarankan agar menyalurkan bakat di bidang olahraga.

"Pesan-pesan untuk yang masih muda dan belum kenal olahraga atau mungkin orang tua yang anaknya difabel, tidak usah malu atau minder. Disalurkan saja ke olahraga apa yang disuka, pasti akan ada jalannya untuk sukses," ucapnya menutup pembicaraan. 

(ce1/bep/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi