JawaPos Radar

Dari Pengangkut Alat Latihan jadi Peraih Medali Emas

11/09/2018, 15:56 WIB | Editor: Banu Adikara
Panjat tebing, Muhammad Hinayah, Asian Games 2018, Indonesia
Atlet panjat tebing Muhammad Hinayah yang meraih medali emas Asian Games 2018 awalnya hanyalah seorang 'pesuruh' di Pelatda Panjat Tebing Sumsel (Alwi Alim/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Bakat Muhammad Hinayah untuk menjadi atlet panjat tebing profesional rupanya sudah terlihat sejak ia masih berusia 7 tahun. Hanya menjadi seorang pengangkut alat latihan di Pelatda Panjat Tebing Sumatera Selatan (Sumsel), Hinayah akhirnya sukses meraih medali emas di Asian Games 2018 lalu.

Untuk diketahui, Hinayah berhasil ikut sumbangsih memerikan satu keping dari total 31 keping medali emas yang diraih Indonesia di Asian Games 2018. Ia naik ke podium tertinggi setelah menjuarai nomor speed relay beregu putra.

Adalah Ahmad Dimyati, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sumsel yang pertama kali menyadari bakat terpendam Hinayah. Ia menyadari hal tersebut pada tahun 2007.

Kala itu, ia melihat Hinayah dan ketiga temannya yang lain sedang berlatih di Pelatda Panjat Tebing Sumsel. Dari sana, Dimyati pun lama kelamaan menjadi akrab dengan Hinayah.

Tak butuh waktu lama bagi Hinayah untuk makin jatuh cinta pada panjat tebing. Ia bahkan rela membangunkan Dimyati dan anggota FPTI Sumsel lainnya untuk ikut jogging pagi.

"Anak-anak ini selalu membangunkan kami, dan saat kami jogging anak-anak ini rela membawa peralatan-peralatan kami," katanya saat ditemui JawaPos.com, Selasa (11/9).

Dari hal sederhana tersebut, Dimyati dan kawan-kawannya lalu mulai menurunkan ilmu mereka kepada Hinayah dan kawan-kawan. "Semuanya punya kemampuan sangat baik dan bisa berkembang pesat," terangnya.

Masuk usia 10 tahun, keuletan Hinayah berlatih tidak kunjung padam. Kejuaraan Asia Junior pun menjadi ajang internasional pertama Hinayah.

Seiring berjalannya waktu, kemampuan Hinayah terus meningkat. Namun, ia belum dijadikan atlet utama setiap kali ada kejuaraan. Hinayah selalu dijadikan atlet cadangan. Bahkan saat pelatnas Asian Games 2018 Hinayah hanya dijadikan sebagai sparing partner untuk para atlet utama.

Namun, kerja keras Hinayah tidak mengkhianati hasil. Ia keluar sebagai peraih medali emas usai menumbangkan kuartet atlet Indonesia yang notabene diawaki salah satu pemanjat tebing terbaik Indonesia, Aspar.

"Hinayah ini kalau sudah dipercaya maka ia tidak akan mengingkarinya. Terbukti ia mampu dapat emas di Asian Games 2018," tutupnya.

(lim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up