JawaPos Radar

Asian Para Games 2018

Vani, Satu-satunya Atlet Putri di Cabor Boccia

10/09/2018, 10:05 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Atlet Boccia
ATLET BOCCIA: Atlet putri Cabor Boccia Febriyanti Vani Rahmawati bersama ibundanya, Daryanti di sela latihan di YPAC. (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Asian Para Games 2018 segera digeber. Ada belasan cabang olahraga (Cabor) yang dimainkan dalam even tingkat Asia tersebut. Salah satunya Boccia. Cabor yang mengedepankan konsentrasi dan konsistensi ini akan diikuti delapan atlet dari Indonesia. Satu di antaranya merupakan atlet putri.

Adalah Febriyanti Vani Rahmawati. Gadis berusia 16 tahun itu bukan pemain baru di cabor Boccia. Sebelumnya, Vani sudah pernah meraih medali emas dalam gelaran Pekan Paralympic Pelajar Nasional (Papernas) 2017 Solo. Vani berhasil mengalahkan sejumlah lawannya dan menjadi juara.

Meski mengalami gangguan motorik, Vani terlihat begitu bersemangat saat latihan. Putri dari pasangan Daryanti, 39, dan Tri Basuki, 44, itu ingin meraih gelar juara di ajang Asian Para Games.

Ia tidak peduli dengan seberapa berat lawan yang akan dihadapinya. Targetnya adalah mempersembahkan medali untuk Indonesia. "Terus berlatih dan bersemangat, siap untuk bertanding," ungkap Vani kepada JawaPos.com, Senin (10/9).

Boccia memang menjadi salah satu cabor yang digemarinya. Alasannya sederhana, boccia bukan olahraga berat. Cukup dengan kekuatan tangan dan konsentrasi. "Sudah suka dengan boccia karena olahraganya tidak berat," katanya.

Di Asian Para Games, Vani akan turun di nomor beregu. Ia bersama dengan tujuh atlet lain. Untuk mempersiapkan penampilan maksimal, Vani dan atlet boccia lainnya terus digenjot untuk latihan.

Selain latihan rutin, juga ada latihan tambahan. Untuk latihan rutin diadakan di YPAC, Jalan Slamet Riyadi, Solo. Sedangkan untuk latihan tambahan diadakan di latihan fitnes di Solo.

Pelatih boccia Andrian Margatha Kasih mengatakan, persiapan para atlet sudah mencapai 85 persen. Hal yang perlu ditekankan kepada para atlet adalah cara adaptasi dengan venue dan lingkungan pertandingan.

Dengan kemampuan beradaptasi yang bagus, Andrian yakin cabor boccia akan mendapatkan hasil yang bagus. "Tinggal beradaptasi saja dengan venue dan lingkungan. Untuk hasil latihan sudah cukup bagus, para atlet sudah bisa konsisten dan fokus," urainya.

Sementara itu, ibunda Vani, Daryanti memberikan dukungan penuh persiapan putrinya. Daryanti ingin agar Vani bisa memperoleh hasil terbaik dalam ajang Asian Para Games mendatang.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up