JawaPos Radar

Naomi Osaka, Cahaya Baru Jepang

09/09/2018, 23:30 WIB | Editor: Banu Adikara
Amerika Serikat Terbuka 2018, Naomi Osaka, Jepang, tenis
Petenis Jepang Naomi Osaka usai menjuarai Amerika Serikat Terbuka 2018 (Dok WTA)
Share this image

JawaPos.com - Jepang sedang dirundung duka setelah dihantam oleh angin topan dan gempa bumi berkekuatan 7 skala Richter dalam pekan ini. Namun, di tengah carut marut tersebut, muncul cahaya baru dari dunia olahraga: Naomi Osaka.

Menjadi petenis Jepang pertama yang menjuarai turnamen Grand Slam Amerika Serikat Terbuka 2018 usai menundukkan Serena Williams di partai final, namanya langsung melejit.

Terlepas dari kemenangan dua set 6-2 dan 6-4 yang diwarnai drama mengamuknya Serena karena merasa dicurangi oleh wasit yang berujung dicemoohnya Naomi saat seremoni penyerahan piala, petenis berdarah Haiti-Jepang berusia 20 tahun itu bermain dengan sangat baik. Hanya butuh beberapa menit sebelum para pecinta tenis mulai menggadang-gadang Naomi sebagai ikon baru tenis di masa depan.

Naomi lahir di Osaka, Jepang dari pasangan Leonard Francois dan Tamaki Osaka. Ia memiliki seorang kakak, Mari Osaka yang juga merupakan seorang petenis profesional.

Pindah ke Floria, Amerika Serikat saat masih berumur 3 tahun, ayah Naomi memutuskan untuk tetap mempertahankan kewarganegaraan Jepang putrinya tersebut. Leonard juga yang mendaftarkan Naomi masuk ke Asosiasi Tenis Jepang, sebelum akhirnya ia berkarir secara profesional di tahun 2013.

Meski berstatus warga negara Amerika Serikat dan Jepang, Naomi menuturkan bahwa ia pribadi memang lebih nyaman disebut orang Jepang.

"Saya tidak merasa saya orang Amerika. Ayah saya berpikir bahwa karena saya lahir dan besar di Jepang dan punya banyak keluarga di sana, saya lebih pantas bermain untuk Jepang," ujar Naomi seperti dikutip scmp.com.

Penampilan impresif Naomi pun membuat para penikmat olahraga tidak sabar menanti penampilannya di multi-event paling bergengsi, Olimpiade Tokyo 2020. Naomi pun sudah diprediksi bisa bermain lebih garang lagi mengingat ia mentas di tanah kelahirannya sendiri. Kini, Naomi hanya perlu mempertahankan konsistensi penampilannya di setiap turnamen yang ia ikuti seiring banyaknya jadwal acara dan wawancara yang bakal menggelayuti sang juara.

Munculnya Naomi memang tidak serta merta membuat warga Jepang melupakan dua bencana alam dahsyat yang sedang melanda mereka saat ini. Namun, berbeda dengan angin topan dan gempa bumi yang boleh dibilang sudah sangat lumrah terjadi di Jepang, kemenangan Naomi di salah satu turnamen tenis terbesar di dunia memang bisa dibilang lebih mengagetkan dari dua peristiwa tersebut, setidaknya bagi para insan olahraga.

(kar/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up