alexametrics

Tetap Berpuasa di Tengah Tuntutan Juara

7 Mei 2019, 15:23:16 WIB

JawaPos.com – Asupan makanan begitu penting bagi atlet, khususnya angkat besi dalam menjalani latihan di tengah tuntutan untuk meraih gelar juara. Namun, lifter putra Indonesia Eko Yuli Irawan bertekad untuk tetap menjalankan puasa di tengah padatnya jadwal latihan.

Setiap memasuki bulan Ramadan, Eko memilih untuk tetap berpuasa. Keputusannya tersebut rupanya sering membuat ia terlibat cekcok dengan pelatihnya yang berpendapat bahwa puasa hanya akan membuat performanya tidak maksimal.

Walau demikian, Eko tetap berpegang teguh untuk tetap menjalankan ibadahnya itu. “Kan nggak ada yang meninggal gara-gara puasa. Ibaratnya kita buka puasa masih makan, sahur masih makan. Bedanya jamnya saja dipindah,” ujar Eko beberapa waktu lalu.

Pria yang genap berusia 30 tahun pada 24 Juli itu memiliki teori lain. Alih-alih menjadi beban, Eko menjadikan puasa sebagai latihan kekuatannya kala tidak makan. Ketika berpuasa, Eko menuturkan bahwa ia jadi betul-betul mengetahui bataas kekuatannya. “Jadi dengan kondisi kita nggak makan aja sanggup sekian, apalagi dikasih makan,” ucapnya.

Mengenai menu sahur atau buka puasa, Eko mengaku asupannya sama seperti biasanya. Seperti kesehariannya, ia biasanya menyantap tiga potong ayam dalam satu porsi. “Kata orang nutrisi atlet angkat besi kan perlu tenaga lebih. Jadi ya bikin gitu aja, tapi nasinya dihilangkan. Jangan dibikin tiga kali lipet juga,” paparnya.

Sebagai atlet yang dituntut untuk menjaga berat badannya, Eko pun tidak pernah absen menimbang bobot tubuhnya setiap hari. “Kira-kira dari pagi sampai sore dengan kondisi puasa turunnya berapa kg. Kita cek terus. Daripada minum air seliter mending makan daging setengah kilo kenyang. Sama beratnya,” ucapnya.

Eko menambahkan, latihan di bulan puasa justru terasa lebih cepat baginya. Eko membeberkan bahwa selama bulan puasa ia bangun tidur pada pukul 09.00 setelah sahur, lalu latihan sampai pukul 12.00. “Setelahnya paling mandi, solat, istirahat. Jam setengah empat sore sudah siap latihan. Belum selesai (latihan, Red) sudah adzan Maghrib. Waktunya jalannya lebih cepat,” katanya.

Peraih medali emas Asian Games 2018 itu menambahkan bahwa karena ia menjalani puasa dari hati, ibadah tersebut tidak pernah terasa berat. Meski demikian, Eko juga tetap toleransi kepada atlet lainnya. Dia tidak lantas memaksa dan memengaruhi teman-temannya asramanya untuk berpuasa. “Dipersilahkan terserah masing-masing. Yang penting program jalan. Sanggup puasa silahkan, nggak sanggup jangan dipaksa,” ucapnya.

Eko pun meyakini bahwa dengan menjalankan ibadah puasa, berkah atas dirinya pasti akan turun. “Kita percaya kok Yang Maha Kuasa bisa kasih yang nggak mungkin jadi mungkin. Kita percaya disitu aja,” tuturnya.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Rizky Ahmad Fauzi