Yamaha Memang Bangkit, Tapi Jangan Buru-Buru Coret Marc Marquez

31 Juli 2020, 15:32:13 WIB

JawaPos.com – Marc Marquez memulai musim 2020 dengan hasil buruk. Dia mengalami cedera parah saat race perdana di Sirkuit Jerez, Spanyol.

Padahal, saat itu dia tampil kompetitif. Hasilnya, dia harus menjalani operasi lengan kanan beberapa hari menjelang GP Andalusia di sirkuit yang sama.

Dia sempat mengikuti latihan bebas sehari sebelum balapan GP Andalusia pekan lalu. Tetapi, Marquez dan timnya, Repsol Honda, memutuskan absen dari balapan kedua musim ini.

Alasannya, kondisi Marquez belum 100 persen pulih dan berharap bisa lebih fit untuk balapan selanjutnya di GP Republik Ceko pekan depan.

Praktis, Marquez belum mendulang poin dari dua seri yang berlangsung. Dia tertinggal 50 poin dari pemuncak klasemen sementara Fabio Quartararo (Petronas Yamaha).

Tetapi, CEO Dorna Carmelo Ezpeleta menyebut kans sang juara dunia mempertahankan mahkota masih terbuka.

Setidaknya masih ada 11 race yang bisa diperjuangkan, plus kepastian tiga balapan non-Eropa yang akan diputuskan hari ini. Daya juang Marquez tidak diragukan lagi. Fotonya yang melakukan push-up setelah menjalani operasi berseliweran di media sosial.

’’Aku bukan orang yang membicarakan prediksi olahraga. Tetapi, menurutku, kejuaraan tahun ini masih terbuka buat Marquez. Meski, dia akan memulai lagi dengan ketertinggalan 50 poin dari pimpinan klasemen,” papar Ezpeleta dilansir situs resmi MotoGP.

Hal yang sama dipaparkan pesaingnya dari Ducati, Andrea Dovizioso. Rider Italia itu mengakui kebangkitan Yamaha yang membuat Quartararo memimpin sementara ini.

’’Tapi, Anda harus melihat kondisi Marc saat tiba di Brno (Republik Ceko). Jika dia bisa 100 persen atau dengan keterbatasan tertentu sekalipun, itu bisa membuat perbedaan besar,” terang Dovi dilansir Motorsport.

’’Sepanjang karirnya, Marc hanya melakukan pada musim 2015,” lanjut mantan rider Repsol Honda tersebut.

Pada 2015, Marquez kehilangan gelar juara dunia MotoGP setelah dua musim beruntun menjadi kampiun pada 2013 dan 2014.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : nap/c17/bas



Close Ads