Situasi Penuh Ketidakpastian, Petaruh Profesional Pusing Prediksi Laga

30 Juli 2020, 11:23:59 WIB

JawaPos.com-Playoff NBA selama ini memiliki daya tarik lebih tinggi daripada liga olahraga lain di bursa taruhan. Format pertandingan best of seven yang panjang, dipadu dengan adanya home-court advantage, membuat publik merasa lebih bisa memprediksi hasil playoff NBA.

Jika dibandingkan dengan acara olahraga lain yang menerapkan eliminasi langsung di satu pertandingan.

Namun, tahun ini berbeda. Pandemi Covid-19 membuat sistem home-court advantage sirna. Menggeber sisa liga di lokasi terpusat membuat sistem pertandingan kandang tandang tidak memungkinkan untuk digelar.

Alhasil, prediksi bursa-bursa taruhan pun juga banyak berubah. ’’Tahun 2020 memang penuh ketidakpastian,’’ ucap Preston Johnson, petaruh profesional, kepada ESPN.

Hilangnya sistem home-court advantage bukan satu-satunya faktor yang membuat NBA makin sulit diprediksi. Protokol kesehatan yang ketat juga membuat peta kekuatan sangat mudah berubah dalam sekejap.

Seandainya salah seorang pemain sebuah tim positif Covid-19, dia akan langsung dilarang bertanding. Rekan-rekan setimnya yang melakukan kontak langsung juga sangat mungkin diharuskan melakukan karantina sebagai pencegahan.

Itu berarti, tim tidak hanya kehilangan satu pemain, tapi beberapa bintang sekaligus. Bisa dibayangkan betapa kacaunya.

Johnson menyebutkan, faktor-faktor itu membuat hasil NBA musim ini akan lebih banyak ditentukan murni oleh faktor teknis. Tim yang benar-benar punya level permainan mumpuni yang bakal berjaya.

Saat ini Los Angeles Lakers, Milwaukee Bucks, dan Los Angeles Clippers menjadi tiga tim yang disebut-sebut punya kans paling kuat untuk menjadi juara NBA 2020.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : irr/c12/na



Close Ads