Dampak Pembatalan Turnamen BWF September

Pemain Bulu Tangkis Dunia Pasti Rugi Besar, Tapi Tak Bisa Apa-Apa

30 Juli 2020, 11:39:11 WIB

JawaPos.com – Kekhawatiran publik bulu tangkis dunia soal kelanjutan event BWF Tour akhirnya terbukti. Kemarin BWF kembali mengonfirmasi batalnya empat turnamen.

Masing-masing adalah Taipei Open (1–6 September), Korea Open (8–13 September), China Open (15–20 September), dan Japan Open (22–27 September).

Empat turnamen itu menyusul Hyderabad Open dan Lingshui China Masters yang lebih dulu dibatalkan. Kerinduan badminton lovers untuk menyaksikan idolanya berlaga harus tertunda lebih lama.

Piala Thomas-Uber yang rencananya berlangsung di Aarhus, Denmark, pada 3–11 Oktober bakal menjadi ajang perdana setelah pandemi Covid-19.

Sekretaris Jenderal BWF Thomas Lund melalui rilis resmi menyatakan, pihaknya kecewa karena membatalkan beberapa turnamen. Namun, keputusan tersebut harus diambil demi menjaga keselamatan berbagai pihak. Mulai pemain, penonton, volunter, hingga anggota asosiasi. ’’Kesehatan dan keselamatan adalah hal yang paling penting saat ini,’’ sebut Lund.

Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto menyayangkan pembatalan tersebut. Sebab, empat turnamen di atas seharusnya menjadi ajang persiapan tim Indonesia sebelum tampil di Piala Thomas dan Uber.

’’Ini merupakan hal yang merugikan buat dunia bulu tangkis, khususnya untuk atlet,’’ jelas Budi, sapaannya.

Hanya, sambung dia, di sisi lain pihaknya bisa mengerti karena kasus positif Covid-19 di seluruh dunia masih terjadi. Angkanya malah makin tinggi. ’’Contohnya di Jepang dan Tiongkok yang mengalami second wave,’’ ucapnya.

Lantas, apakah pembatalan itu akan diikuti Piala Thomas dan Uber? Kasubbid Hubungan Internasional PP PBSI Bambang Roedyanto juga belum bisa memastikan. ’’Nggak tahu itu, susah (dipastikan, Red). Kita lihat saja,’’ katanya.

Budi menambahkan, secara prinsip, pihaknya harus menunggu keputusan BWF mengenai kepastian Piala Thomas dan Uber. Kewajiban PBSI adalah mempersiapkan atlet. Salah satunya dengan menggelar simulasi. Event seperti Mola TV PBSI Home Tournament tersebut rencananya digelar di Pelatnas Cipayung pada awal September.

Tarik-ulur BWF Tour
11–15 Maret 2020
All England yang digelar di Birmingham, Inggris, menjadi turnamen terakhir sebelum pandemi Covid-19 melanda.

Maret–sekarang
Persebaran virus korona baru meluas ke berbagai penjuru dunia. Seluruh event batal atau dijadwal ulang.

26 Mei
BWF mengumumkan dimulainya kembali turnamen pada Agustus 2020.

3–4 Juli
Baru juga diumumkan sebagai pembuka BWF Tour, Hyderabad Open yang berlangsung pada 11–16 Agustus dibatalkan. Lingshui China Masters (25–30 Agustus) menyusul dibatalkan.

29 Juli
BWF kembali membatalkan empat turnamen.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : raf/c19/na



Close Ads