Terus Pertanyakan Nasib PON Papua 2020

30 Maret 2020, 18:47:18 WIB

JawaPos.com – Ketua Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) Illiza Sa’aduddin Djamal mendesak kepada pemerintah untuk menentukan nasib PON Papua 2020. Hal itu untuk merancang ulang program yang sebelumnya sudah direncanakan.

“Untuk PON harus segera diputuskan dan pemerintah harus tegas, agar langkah-langkah selanjutnya bisa diambil oleh Pengprov. Mereka juga bisa menyetop anggaran yang sudah disiapkan, jika PON benar-benar ditunda,” kata Illiza yang juga anggota komisi X DPR itu ketika dihubungi Minggu (29/3).

Menurutnya, dengan kondisi pandemi seperti ini, tempat latihan pun ditutup. Atlet cuma latihan di rumah. Lagi pula, lanjut dia, PON ini butuh persiapan yang maksimal bagi atlet.

“Jika pemerintah tetap kukuh PON harus digelar, apakah atlet dan ofisial sudah siap sengan kondisi seperti ini (pandemi virus korona, Red). Saya juga menghentikan sementara latihan atlet,” tegasnya.

Selain persiapan atlet terganggu, penyebaran Covid-19 juga mengganggu persiapan kesiapan arena. Apalagi saat ini Pemprov Papua sebagai Panitia Besar PON telah menutup bandar udara maupun pelabuhan untuk mencegah penularan Covid-19 yang mungkin dibawa orang dari luar daerah.

“Banyak event olahraga internasional yang juga ditunda akibat Covid-19 seperti Olimpiade Tokyo 2020 maupun Piala Eropa 2020. Rata-rata event tersebut ditunda hingga 2021. Jadi tidak ada salahnya jika PON Papua ditunda,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Yefi Triaji mengatakan bahwa saat ini pihaknya tetap menunggu arahan dari pemerintah terkait keberlangsungan PON Papua.

“Kami menunggu arahan saja. Kami juga ingin kepastian. Melihat situasi yang berkembang seperti apa, jika PON tetap berlanjut, kami terima. Saya juga sudah mengintruksikan ke beberapa pengprov taekwondo untuk berlatih di rumah masing-masing,” ucapnya.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : Gugun Gumilar



Close Ads