alexametrics

Puas Dengan Praveen/Melati, Richard Mainaky: Saatnya Tatap Olimpiade!

29 Oktober 2019, 17:00:38 WIB

JawaPos.com – Masih ada lima turnamen super 300+ yang tersisa dalam kalender BWF 2019. Namun, kita tidak bisa sering-sering menonton aksi para pemain kesayangan. Sebagian besar pemain mundur dari turnamen level super 300. Mereka hanya akan terjun di Fuzhou China Open 2019, turnamen super 750 yang menyediakan poin lebih tinggi.

Alasannya bermacam-macam. Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, misalnya, kemarin memutuskan mundur dari Macau Open 2019 yang berlangsung mulai hari ini. Richard Mainaky, pelatih kepala ganda campuran, menyatakan, mereka butuh istirahat setelah tampil excellent di tur Eropa. Seperti diberitakan, Praveen/Melati menjuarai dua turnamen secara beruntun, Denmark Open dan French Open.

’’Saya cancel (Macau Open) karena dapat laporan dari Nova (Widianto, asisten pelatih, Red) bahwa kondisi Melati agak sedikit terganggu,’’ ungkap Richard kemarin. ’’Sejak semifinal Denmark Open, tenggorokannya terganggu. Sampai kemarin di final French Open, masih batuk-batuk kecil,’’ lanjutnya.

Praveen/Melati memiliki waktu seminggu untuk beristirahat. Mereka bakal bermain di Fuzhou China Open dan Hongkong Open (super 500). ’’Jadi, saya tarik mereka dari Macau Open agar bisa rest dan memulihkan kondisi. Supaya bisa meraih hasil maksimal dalam dua turnamen itu,’’ imbuh Richard.

Melihat hasil tur Eropa, Richard tidak ragu lagi untuk memasang target tinggi. ’’Saya menatap ke depan untuk mereka lolos Olimpiade Tokyo 2020. Mereka bisa masuk lima besar peringkat dunia. Jadi, target selanjutnya minimal mereka bisa mencapai semifinal dan juara,’’ lanjut kakak Rionny Mainaky tersebut.

Bukan hanya Macau Open. PBSI memutuskan menarik semua pemain dari dua turnamen lain. Yakni, Gwangju Korea Masters dan Syed Modi International Badminton Championship. Penyebabnya, dua turnamen berlevel super 300 itu berbarengan dengan agenda Kejurnas PBSI 2019. Yakni, pada 24–28 November mendatang.

Kejurnas yang digeber di Palembang tersebut wajib hukumnya bagi para pemain. Bahkan yang sudah masuk pelatnas. Yang boleh absen hanya mereka yang masuk skuad SEA Games 2019 serta pemain yang lolos ke BWF World Tour Finals di Guangzhou Desember mendatang.

Menurut Kabidbinpres PP PBSI Susy Susanti, kejurnas bakal menjadi ajang penilaian dan peringkat nasional. Juga bahan promosi-degradasi atlet. ’’Kami ingin pantau mereka,’’ kata Susy.

Dominasi Minions

Selain Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Indonesia meraih satu gelar lagi di French Open 2019. Dini hari kemarin (28/10), Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menambah pundi-pundi trofi. Berikut catatan gemilang mereka tahun ini.

1 Kemarin adalah gelar pertama mereka di French Open sebagai pasangan. Pada 2013, Marcus pernah meraihnya, tapi bersama Markis Kido.

2 Mereka masih akan terjun di dua turnamen lagi, Fuzhou China Open dan Hongkong Open. Jadi, kans melewati capaian tahun lalu masih terbuka.

3 Minions adalah pasangan Indonesia ketiga yang meraih gelar Denmark Open dan French Open di musim kompetisi yang sama. Markis Kido/Hendra Setiawan melakukannya pada 2008. Yang kedua adalah Praveen/Melati beberapa jam sebelumnya.

7 French Open 2019 adalah gelar ketujuh mereka. Sepanjang 2019, mereka menembus tujuh final BWF Tour dan semua berujung gelar. Jika meraih satu gelar lagi, Marcus/Kevin bakal menyamai capaian tahun lalu, yakni delapan gelar BWF Tour.

25 Total, mereka telah meraih 25 gelar superseries (BWF Tour super 500+) sejak dipasangkan pada 2016.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : gil/c22/na



Close Ads