Herry IP Terkait Pembatalan Ajang-Ajang BWF

Yang Bikin Agak Tenang Sih, Kondisi Ini Dialami Bukan Oleh Kami Saja

29 Juli 2020, 18:28:43 WIB

JawaPos.com – BWF telah merilis agenda turnamen yang baru. Dimulai Agustus mendatang, yakni Hyderabad Open, di Hyderabad, India. Rencananya, ajang yang kickoff pada 11 Agustus (alias dua pekan lagi) itu bakal menjadi turnamen pertama sejak BWF Tour dihentikan gara-gara pandemi Covid-19.

Setelah Hyderabad Open, masih ada beberapa turnamen lagi hingga bermuara di Piala Thomas dan Uber di Aarhus, Denmark. Turnamen beregu antarnegara paling prestisius tersebut digeber pada 3−11 Oktober.

Namun, ternyata semua turnamen sebelum Thomas-Uber tersebut dibatalkan. Itu termasuk empat turnamen pada September yakni Taipei Open, Korea Open, China Open, dan Japan Open. Juga Dutch Open yang berlangsung pada awal Oktober.

Alasannya, persebaran virus korona baru belum juga berhenti. Malah makin parah.

’’Hyderabad dan Lingshui China Master sudah memastikan tidak jadi diselenggarakan. Sedangkan yang lainnya belum mengeluarkan pernyataan resmi. Tapi, kemungkinan tidak ada,’’ papar Kepala Subbidang (Kasubbid) Hubungan Internasional PP PBSI Bambang Roedyanto kemarin. ’’Karena semua prospektus juga belum ada,’’ imbuh dia.

Belakangan, karena nyaris semua turnamen sebelum Thomas-Uber dibatalkan, turnamen internal PBSI menjadi semakin mendesak dilakukan. Pelatnas harus segera melakukan simulasi.

Sebab, tugas para pemain sungguh berat. Untuk putra, Anthony Sinisuka Ginting dkk dibebani target juara. Tim putri paling tidak mengulang capaian 2018, yakni perempat final.

Pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi menyebutkan, sebelum Thomas dan Uber Cup, idealnya pemain melakukan pemanasan di turnamen resmi. Pada kondisi normal saja, mereka butuh memanasi mesin dan menguji hasil latihan.

Apalagi sekarang ketika mereka sudah begitu lama beristirahat dari kompetisi. Namun, melihat situasi yang ada, pihaknya siap jika semua turnamen sebelum Thomas-Uber dibatalkan. ’’Jadwalnya (yang ada saat ini) juga kemungkinan dibatalkan ya,’’ ucap Herry tadi malam.

Dari sektor yang ditanganinya, intensitas latihan serta Home Tournament lima pekan lalu bagus buat pemain. Saat latihan, Kevin Sanjaya Sukamuljo dkk juga sering menjalani pertandingan internal.

’’Yang bikin agak tenang sih, kondisi ini dialami bukan oleh kami saja. Tapi, seluruh atlet di dunia,’’ kata pria berjuluk Coach Naga Api itu.

Tantangan juga lebih berat buat tim Uber. Di sektor tersebut, peluang Indonesia untuk bisa naik podium saja terbilang sangat berat. Sebab, berdasar ranking, Gregoria Marsika Tunjung dkk masih di bawah negara lain seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.

Di atas kita juga masih terdapat Thailand dan Taiwan.

Indonesia cukup tertinggal dari negara-negara tersebut. Terutama di nomor tunggal. Hasil Home Tournament kemarin sepatutnya bisa menjadi modal bagi pelatih untuk menilai kesiapan para pemain. Terutama bagi Putri Kusuma Wardani yang sukses tampil mengejutkan dengan meraih runner-up.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : raf/c6/na



Close Ads