alexametrics
Malaysia Open 2022

Dua Kali Dirugikan Wasit, Hendra/Ahsan Bangkit, Sikat Ganda Tiongkok

29 Juni 2022, 14:31:18 WIB

JawaPos.com-Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan melakukan protes sangat keras kepada umpire asal Iran Hermin Armin Mehr. Protes tersebut dilancarkan saat interval game kedua, babak pertama Malaysia Open 2022 hari ini (29/6).

Bahkan asisten pelatih pelatnas PP PBSI Aryono Miranat juga ikut protes kepada umpire. Pangkal masalahnya adalah umpire memberikan poin kepada pasangan Tiongkok Ren Xiangyu/Tan Qiang.

Umpire menganggap, bola mengenai lengan kanan Hendra Setiawan sebelum out di garis belakang permainan. Padahal, jelas terlihat bahwa shuttlecock melesat keluar melewati sela-sela lengan Hendra. Jadi, sama sekali tidak ada sentuhan.

Namun, umpire tetap pada pendiriannya. Ren/Tan mendapatkan satu poin dan unggul 11-9 dalam laga di Axiata Arena, Kuala Lumpur tersebut. Inilah yang membuat Hendra/Ahsan serta Aryono sangat kesal.

Protes keras ini bukan yang pertama dalam pertandingan ini. Di awal game kedua, Hendra/Ahsan juga sempat mengeluhkan kerja umpire. Sebab umpire menganggap shuttlecock hasil flick service yang dilakukan Ahsan keluar.

Ahsan yang merasa servisnya masuk, melancarkan keberatan. Tetapi wasit tetap pada pendirian semula. Keputusan umpire tersebut tidak bisa di-challenge. Sebab, court dua, tempat pertandingan itu tergelar, tidak menyediakan fasilitas hawkeye.

Dua kali dirugikan wasit nyatanya tidak membuat permainan Hendra/Ahsan menjadi kacau. Sebaliknya, mereka bermain tambah semangat dan agresif. Hendra/Ahsan bangkit untuk merebut game kedua dan memenangkan pertandingan dalam rubber game dengan skor 17-21, 21-15, dan 21-14.

Pertandingan itu selesai dalam tempo 50 menit.

“Kejadian di game kedua itu sebenarnya sudah biasa dalam pertandingan, hanya kami tadi lumayan masih dalam tekanan dan poinnya tertinggal terus. Menurut kami, itu poin-poin krusial tapi malah jadinya buat lawan. Beruntungnya, setelah keadaan itu kami bisa sedikit delay, menurunkan tempo, dan keluar dari tekanan,” kata Ahsan dikutip dari siaran pers PP PBSI.

Di game pertama, Hendra/Ahsan awalnya unggul jauh sampai 17-11. Sayang, setelah itu konsenterasi mereka hilang. The Daddies juga banyak sekali melakukan kesalahan.

Hasilnya, Ren/Tan mampu mencetak 10 angka beruntun untuk menutup game pertama dalam kedudukan 21-17. Untunglah, Hendra/Ahsan mampu menang karena sukses merebut game kedua dan ketiga.

“Kami mengucap syukur Alhamdulillah bisa menang walaupun tidak mudah. Hanya tadi di game pertama tidak menyangka dari unggul 17-11 lalu kami tidak poin lagi. Tapi setelah itu kami coba lupakan dan usaha bangkit lagi,” ucap Ahsan.

“Di game pertama mereka menang di bola depannya dan karena posisi kami menang angin jadi tidak berani main membuka bola. Maunya no lob terus,” imbuh Hendra.

Kemenangan ini sekaligus pembalasan dendam Hendra/Ahsan atas Ren/Tan. Sebab, pada babak kedua Kejuaraan Asia 2022 di Manila, Hendra/Ahsan kandas dua game langsung dengan skor 9-21, 15-21.

Pada babak 16 besar Malaysia Open 2022, Hendra/Ahsan akan berhadapan dengan ganda Tiongkok He Jiting/Zhou Haodong. He/Zhou melaju dengan mengandaskan wakil Malaysia Boon Xin Yuan/Wing Tien Ci dalam straight game 21-10 dan 21-12.

“Hari ini langsung fokus recovery, istirahat, dan makan yang bagus. Siap lagi untuk besok,” kata Ahsan.

Editor : Ainur Rohman

Saksikan video menarik berikut ini: