alexametrics

Juara Asia Asal Hongkong Nilai Owi/Butet Adalah Rival Terberatnya

29 Juni 2020, 20:42:29 WIB

JawaPos.com-Pemain ganda campuran asal Hongkong Chau Hoi Wah memutuskan pensiun 5 Juni lalu.

Pemain yang biasanya berpasangan dengan Lee Chun Hei itu mengatakan bahwa selama berkarir di bulu tangkis, lawan terberatnya adalah legenda Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

“Tentu saja, Natsir dan Ahmad. Kami bertanding melawan mereka beberapa kali, tetapi kami sering kalah dari mereka. Mereka seperti pembunuh bagi kami pada suatu turnamen,” ucap Chau seperti dilansir situs BWF.

“Saya menyukai cara Ahmad dan Natsir berlatih keras dan terus berubah dari tahun ke tahun. Mereka sangat pintar dan cerdas sebagai pasangan. Skill Natsir dan Ahmad, serangan dan penempatan bola dari Ahmad, lalu bagaimana Natsir mengatur permainan di depan net,” kata Chau.

“Saya ingat betapa menyenangkannya bertanding melawan mereka. Saya tidak peduli soal menang atau kalah. Saya menikmati tantangannya, saya menikmati momennya. Sering kali begitu,” imbuhnya.

Catatan head-to-head antara Lee/Chau dan Tontowi/Liliyana adalah 2-7. Dua kemenangan Lee/Chau atas Owi/Butet itu masing-masing terjadi pada Australian Open 2015 dan BWF World Superseries Finals 2015.

Selama berkarier sebagai ganda campuran, pencapaian terbaik Chau/Lee adalah meraih gelar Juara Asia 2014. Mereka adalah ganda campuran Hongkong pertama yang mampu menjadi juara Asia.

Setelah itu, Lee/Chau menjadi ganda campuran Hongkong pertama yang bisa menjadi juara BWF Superseries (2015) dan menyabet medali Kejuaraan Dunia (2017).

Kini, setelah 15 tahun berkarier, Chau memutuskan untuk pensiun.

“Rasanya rumit. Saya tahu saya akan pensiun suatu hari nanti dan saya juga merencanakannya. Saya membicarakan hal ini dengan keluarga saya dan para pelatih, tetapi ketika tiba waktunya saya menyerahkan surat pengunduran diri, rasanya cukup menggetarkan,” ucap Chau.

“Senang, sedih. Bukan sedih karena saya pensiun, tetapi karena waktu yang cepat berlalu. Saya bahagia dengan pencapaian-pencapaian saya. Syukurlah, saya tidak pensiun dengan penyesalan,” kata perempuan 34 tahun itu.

Pasca pensiun sebagai pemain, Chau akan melanjutkan karier sebagai pelatih bulu tangkis di Mandarin Badminton Club di Toronto, Kanada. Chau mengaku senang karena bisa kembali memberi kontribusi kepada olahraga ini.

“Saya sangat bersemangat dan gugup sekaligus,” tandasnya.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : Gugun Gumilar



Close Ads