alexametrics

Masih Belum Tentukan Nasib Kejuaraan Bulu Tangkis Asia

29 Januari 2020, 17:30:53 WIB

JawaPos.com – Kejuaraan Bulu Tangkis Asia yang digelar di Wuhan 21–26 April mendatang bakal jadi turnamen penutup kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020. Seluruh pemain top Asia yang masuk ranking 10 besar dunia wajib mengikuti kejuaraan itu.

Masalahnya, turnamen digelar di Wuhan, pusat penyebaran virus korona yang sedang mengancam dunia.

Hingga saat ini BWF belum mengambil keputusan pasti terkait dengan hal itu. Sebab, memang turnamen masih sekitar 2,5 bulan lagi. Namun, jika tingkat kegentingannya masih sama (atau bahkan makin tinggi), tentu harus ada solusi.

”Kami tidak mau berandai-andai seperti apa. Kami tunggu saja keputusan dari Badminton Asia maupun BWF,” ucap Sekretaris Jenderal PBSI Achmad Budiharto.

Kalau turnamen dibatalkan, tentu banyak yang merasa rugi. Apalagi para pemain yang merasa poin kualifikasi Olimpiade-nya belum mencukupi. Kejuaraan Asia bisa menjadi pertolongan terakhir.

Tapi, PBSI juga harus melindungi para atletnya dari kemungkinan tertular virus. Kabidbinpres PBSI Susy Susanti sudah berancang-ancang untuk mundur dari Kejuaraan Asia jika turnamen itu tetap digelar di Wuhan.

”Belum ada keputusan. Tapi, kemungkinan besar akan batal berangkat,” jelas Susy dalam pernyataan pers PP PBSI. ”Namun, rasanya akan dipindahkan turnamennya ke negara lain. Karena sangat berisiko sekali. Apalagi, tempatnya tepat di Wuhan,” tuturnya.

PBSI telah mengambil langkah konkret soal penyebaran virus korona. Mereka menarik 44 atlet dari Lingshui China Masters 2020 yang sedianya digelar 25 Februari hingga 1 Maret. Kota Lingshui yang menjadi tuan rumah sebenarnya berjarak jauh dari Wuhan. Sekitar 1.712,7 kilometer. Meski berbeda provinsi dan dibatasi lautan, PBSI tetap tidak ingin ambil risiko.

”Kondisi di sana belum pasti. Ada potensi untuk berkembang ke kota-kota lain. Apa pun itu, bagi PBSI, keselamatan atlet yang nomor satu,” tegas Budiharto.

Turnamen super 100 itu diikuti mayoritas pemain muda. Misalnya Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Putri Syaikah/Nita Violina Marwah, dan Ni Ketut Mahadewi Istarani/Tania Oktaviani Kusumah.

Bagaimana jika terkena penalti?

”Ini kondisi khusus. Kami sudah sampaikan itu ke BWF. Nanti pihak BWF yang memutuskan,” jelas Budi, sapaannya Achmad Budiharto.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : feb/c11/na


Close Ads