Beda Format dengan Indonesia, Malaysia Juga Gelar Turnamen Internal

28 Juli 2020, 19:45:24 WIB

JawaPos.com-Nyaris lima bulan tidak ada turnamen, Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) akan menggelar turnamen internal.

Namun, tidak seperti Indonesia yang sudah menggelar turnamen internal dan berencana mengadakan simulasi Piala Thomas pada September mendatang, BAM lebih fokus hanya pada satu internal. Ajang itu ditujukan kepada para elite dan pelapis.

Direktur BAM Wong Choong Hann mengatakan bahwa kondisinya sangat sulit. Sebab, setiap negara sedang berhadapan dengan pandemi Covid-19. “Kami akan senang untuk mengatur lebih lanjut turnamen internal. Tapi kami memiliki begitu banyak faktor untuk dipertimbangkan,” kata Choong Han kepada surat kabar Malaysia The New Straits Times.

“Apakah turnamen ini akan memberikan manfaat yang lebih baik atau memengaruhi persiapan kami? Kami belum tahu. Namun yang pasti, selama masih ada pandemi Covid-19, kami harus mematuhi arahan pemerintah,” imbuhnya.

Choong Han menambahkan bahwa setiap negara punya keuntungan yang berbeda dalam menyelenggarakan turnamen di tengah pandemi. “Jika saya tidak salah, Jepang juga belum melakukan pelatihan penuh untuk tim nasional mereka. Sementara itu Hong Kong baru memulai satu setengah bulan dibanding dengan kami,” kata Choong Han.

Saat ini Choong Han mempertanyakan apakah turnamen akan berjalan sesuai jadwal tahun ini. Wong mengaku masih belum bisa membuat rencana jangka pendek untuk tim nasional bulu tangkis Malaysia lantaran tidak pastinya jadwal turnamen internasional dari Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).

“Pertama, kita tidak tahu apakah Piala Thomas dan Uber akan berjalan sesuai jadwal (3 sampai 11 Oktober) di Denmark. Bahkan BWF tidak bisa memberikan konfirmasi atas hal ini,” tegasnya.

“Kita tidak bisa memaksa pemerintah untuk mengubah kebijakan perbatasan mereka, dan ini menjadi perhatian terbesar bagi semua orang. Apakah kami diharuskan dikarantina sendiri selama 14 hari setelah kedatangan, dan 14 hari lagi saat kita pulang? Kami tidak tahu,” ujar Choong Han.

Bahkan, kata Choong Han BAM masih tidak tahu apakah pemain Malaysia akan mengirim pemain pada ajang Taiwan Open dan Korea Open pada bulan September. “Untuk saat ini, kami percaya satu turnamen internal akan cukup,” ucap Choong Han.

Pada awalnya, hanya 16 pemain nasional yang punya peluang menembus Olimpiade Tokyo 2020 yang diberikan lampu hijau oleh pemerintah untuk melanjutkan pelatihan di Akademi Badminton Malaysia (ABM) pada Juni. Skuad pelapis belakangan bergabung dengan mereka. BAM juga membuka pintu untuk delapan pemain independen untuk berlatih di ABM.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : Gugun Gumilar



Close Ads