Drama di Final, Debutan Kalahkan Juara Bertahan dan Tim Tersukses

28 Maret 2022, 09:27:29 WIB

JawaPos.com-Drama terjadi di Proliga musim 2022. Tim tersukses sepanjang sejarah Proliga, Surabaya Bhayangkara Samator, dikalahkan Bogor LavAni di babak grand final yang berlangsung di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Bogor, kemarin (27/3).

Samator yang sudah tujuh kali juara bola voli ditaklukkan tim debutan dengan skor 2-3 (27-25, 19-25, 25-20, 18-25, 10-15).

Asisten Manajer Samator Indra Kurniawan sangat menyayangkan kegagalan timnya. Padahal, mereka sudah unggul dua kali. Setelah dua kali disamakan, Samator kehilangan arah di set kelima yang menjadi penentu dengan selalu tertinggal jauh sampai 3-9.

Indra mengakui, tim sempat terbawa permainan lawan. Selain itu, timnya justru lebih banyak melakukan kesalahan sendiri. Mulai servis, receive, hingga blok yang kurang bagus.

Di laga ini, Samator sulit membendung spike dari duo LavAni Jorge Garcia-Leandro Martins. ”Konsentrasi pemain juga agak sedikit menurun, ya,” keluh Indra.

Pemain Samator Aimal Khan juga mengakui bahwa lawan bermain lebih baik. Leandro Martins dan Jorge Garcia sangat sulit dibendung tim. ”Mereka bermain sangat baik. Blok dan spike yang bagus,” ucap Aimal.

Terkait dengan penampilan tim yang antiklimaks setelah bermain bagus di final four, Aimal menegaskan bahwa Proliga memang sangat sulit diprediksi. ”Di setiap laga harus bermain sangat baik,” katanya.

Disinggung soal beban untuk menjadi juara ke-8, Indra menyatakan tahun ini memang menargetkan titel juara. ”Beberapa kali ketemu LavAni memang ketat. Dan, banyak pemain kami yang melakukan kesalahan,” jelasnya.

Indra menegaskan, kekalahan ini membuat tim harus bermain lebih baik pada musim depan. Apalagi, pemain andalan Rivan Nurmulki yang berkarier di Jepang sudah bisa kembali bermain untuk Samator.

”Kami bakal mencoba agar penyerangan dan pertahanan menjadi lebih bagus,” ujarnya.

Pelatih Bogor LavAni Jiang Jie menuturkan, tim tidak panik saat tertinggal dua kali oleh Samator. Itulah bekal untuk meraih gelar juara. ”Saya selalu memotivasi anak-anak, gimana caranya servis yang bagus. Jangan ada pressure. Semua fokus bermain di lapangan,” tegas Jiang Jie.

Keberhasilan Jiang mengantar tim menjadi juara mengorbitkan namanya sebagai pelatih tim putra di SEA Games. Pelatih asal Tiongkok itu ingin keberhasilan di LavAni juga kecipratan ke timnas.

”Rencana pertama, saya ingin kami bisa menang SEA Games dulu, setelah itu baru bisa lebih-lebih lagi,” ungkapnya.

Di laga lain, Jakarta BNI 46 memenangi pertarungan perebutan tempat ketiga atas Jakarta Pertamina Pertamax (JPX) dengan skor 3-1 (25-23, 25-23, 22-25, 25-23).

Pelatih JPX Pascal Wilmar menyampaikan, setelah takluk dari Surabaya Bhayangkara Samator dengan skor 0-3 di pertandingan pertama final four, penampilan timnya terus memburuk. Padahal, di babak reguler, JPX menjadi tim terbaik dengan perolehan 23 poin.

”Ya, setelah kalah dari Samator, saya tidak tahu pemain seperti tidak memiliki semangat dan kepercayaan diri. Saya tidak tahu apa yang dipikirkan,” papar Pascal.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : raf/c14/bas

Saksikan video menarik berikut ini: