alexametrics

Isu Terbukti, Praveen/Melati dan Hafiz/Gloria Terlempar dari Pelatnas

28 Januari 2022, 20:52:23 WIB

JawaPos.com-Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) secara resmi memanggil 88 atlet untuk mengikuti pemusatan latihan nasional di Cipayung, Jakarta Timur. Hal ini berdasarkan Surat Keputusan nomor SKEP/007/1.3/2022 tertanggal 24 Januari 2022.

Menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Rionny Mainaky, seluruh pemain yang dipanggil terdiri atas penghuni lama yang bertahan serta atlet baru. Pemain baru ini lolos lewat jalur seleksi nasional atau pemantauan prestasi.

“Tahun ini kami ingin dipanggil adalah atlet-atlet terbaik, yang siap bersaing di tingkat internasional dengan kondisi kesehatan yang baik dan minim potensi cedera,” ucap Rionny dalam konferensi pers virtual seperti dikutip dari Antara.

Dengan kriteria yang tinggi ini, berdampak pada pelaksanaan uji fisik dan mental yang dilangsungkan sebelum SK diterbitkan. Itu sebabnya, SK promosi-degradasi terbilang lambat dibanding tahun sebelumnya.

“SK pemanggilan ini bukan lambat, tapi memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Rangkaian tesnya dilakukan setelah SK keluar,” ucap Rionny.

Kejutan terbesar dalam penentuan atlet pelatnas ini adalah tidak adanya nama ganda campuran nomor satu dan dua Indonesia yakni Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Tidak dipanggilnya Praveen/Melati dan Hafiz/Gloria itu seakan mengonfirmasi isu yang berkembang pada awal Januari lalu.

Selain atlet, PBSI juga memanggil 21 pelatih untuk bergabung di pelatnas. Mereka terdiri atas 17 pelatih teknik dan empat pelatih fisik.

Terdapat beberapa perubahan dalam susunan pelatih pelatnas tahun 2022. Antara lain tidak adanya pelatih kepala tunggal putra Hendry Saputra dan asisten pelatih ganda putri Chafidz Yusuf. Sementara itu Ricky Susiono mundur karena alasan pribadi. Dia menyusul Richard Mainaky yang sudah lebih dulu mundur.

Disinggung mengenai atlet yang terdegradasi, Rionny mengatakan bahwa semuanya sudah melalui penilaian yang sesuai dengan kriteria dan parameter yang ditetapkan oleh PBSI.

“Ada beberapa atlet yang kami pulangkan ke klub setelah dua tahun terakhir tidak memenuhi standar parameter performa yang kami berikan,” ucap Rionny.

“Kami tetap berterima kasih kepada mereka atas kinerja yang telah diberikan selama di pelatnas. Kami harap mereka semua bisa terus berjuang untuk berprestasi, walau berkarir di luar pelatnas,” imbuhnya.

Rionny menegaskan bahwa pelatnas PBSI akan memberikan kesempatan kepada pebulu tangkis muda untuk menunjukkan kualitas dan performa sebagai bagian dari regenerasi.

“Visi dan misi pelatnas PBSI mulai tahun ini adalah memberikan banyak kesempatan atlet muda untuk berkembang, sekaligus menyiapkan tenaga terbaik menuju Olimpiade Paris 2024,” ucap Rionny.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini: