alexametrics

Saat Virus Korona Mengacaukan Jadwal Berbagai Event Olahraga

28 Januari 2020, 11:29:34 WIB

JawaPos.com-Virus korona (2019-nCoV) yang menyebar di Tiongkok sudah menjadi masalah global. Wabah tersebut mengancam berbagai penyelenggaraan ajang olahraga di Negeri Panda.

Mewabahnya 2019-nCoV tidak hanya menjadi perhatian pemerintah Tiongkok. Penyelenggara event olahraga internasional juga memelototi perkembangan masalah kesehatan paling fenomenal pada awal 2020 itu.

Sejumlah cara dijalankan untuk menekan persebaran virus korona. CFA (Federasi sepak bola Tiongkok), misalnya, membuat keputusan berani terkait dengan pertandingan kualifikasi AFC Champions League 2020 hari ini (28/1). Pertandingan yang mempertemukan Shanghai SIPG melawan Buriram United itu dipastikan berjalan tanpa penonton.

CFA tidak peduli puluhan ribu fans sudah membeli tiket pertandingan. Cuek juga dengan fakta banyaknya pendukung Buriram yang sudah terbang dari Thailand untuk menyaksikan tim kesayangan mereka. Kesehatan dunia jauh lebih penting.

’’Ini untuk mengurangi infeksi lewat keramaian. Kami juga sudah berkonsultasi dengan AFC (Federasi sepak bola Asia),’’ tulis pernyataan resmi CFA.

Kebijakan berbeda diterapkan untuk final China Supercup 2020. Duel dua tim raksasa Tiongkok, Guangzhou Evergrande versus Shanghai Shenhua, sejatinya dilangsungkan pada 5 Februari mendatang di Suzhou. Gara-gara virus, laga itu harus ditunda. CFA bakal menunggu perkembangan terbaru terkait dengan virus korona tersebut sebelum menentukan kapan pertandingan digelar.

Kabar mengejutkan juga datang dari pergelaran Fed Cup Zona Asia/Oceania Grup I 2020. ITF, penyelenggara Fed Cup, memilih memindahkan venue. Dari awalnya di Dongguan, Tiongkok, menuju Nur Sultan, Kazakhstan. ’’Hal ini karena adanya pembatasan perjalanan ke Tiongkok. Kami juga berkonsultasi dengan penasihat keamanan independen,’’ tulis pernyataan Fed Cup kemarin (26/1).

Event tetap berlangsung pada 4–8 Februari mendatang. Dengan demikian, tim peserta akan menghadapi tantangan lain. Yakni, perbedaan cuaca yang signifikan antara Dongguan dan Nur Sultan. Cuaca Nur Sultan diprediksi berkisar -8 hingga -10 derajat Celsius. Sedangkan Dongguan relatif hangat, 18–20 derajat Celsius.

Grup I zona Asia/Oceania mempertemukan enam negara. Antara lain, Tiongkok, Korea Selatan, Taiwan, Uzbekistan, India, serta Indonesia. ’’Tantangannya lebih banyak ya. Karena di sana sedang musim dingin, kami harus menyiapkan petenis untuk tampil di lapangan indoor,’’ kata kapten tim Indonesia Deddy Tedjamukti.

Sebelumnya, dari cabor tinju, kualifikasi Olimpiade 2020 Zona Asia/Oceania juga harus diungsikan dari Wuhan menuju Amman, Jordania. Wuhan adalah tempat patient zero alias awal mula berkembangnya virus mematikan tersebut. Tidak hanya dipindahkan, kualifikasi juga diundur dari Februari ke Maret 2020.

Tiongkok juga akan menjadi tuan rumah ajang besar lain. Di antaranya, World Indoor Athletics Championship 2020 yang digelar di Hangzhou pada 13–15 Maret. Selain itu, ada ajang bulu tangkis BWF Tour, Lingshui China Masters, mulai 24 Februari mendatang. Lalu, pada April, ada Kejuaraan Asia Bulu Tangkis di Wuhan.

Kalender balap dunia juga bakal terjadwal di Tiongkok pada Maret–April mendatang. GP China di Formula 1 dijadwalkan berlangsung pada 19 April di Shanghai International Circuit. Sebulan sebelumnya, pergelaran Formula E (FE) bakal singgah ke Haitang Bay Circuit (21/3). Untung, lokasi FE cukup jauh dari pusat menyebarnya virus korona. Jaraknya sekitar 1.757 kilometer dari Wuhan.

Meski begitu, sampai saat ini, belum ada keputusan terkait dengan jadwal ajang-ajang bergengsi tersebut. Penyelenggara memilih wait and see. Menunggu perkembangan.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : nap/c5/na



Close Ads