alexametrics

Fabio Quartararo: Aku melakukan Kesalahan Bodoh Seperti Rookie

27 Juni 2022, 14:34:57 WIB

JawaPos.com – Fabio Quartararo mengakui telah membuat kesalahan saat mengalami kecelakaan pertama di MotoGP Belanda di Assen, Minggu (26/6).

Namun insiden kedua bukanlah murni kesalahannya. Bahkan, dua insiden tersebut belum cukup untuk memperburuk situasinya saat ini.

Stewards telah menjatuhkan penalti long lap kepadanya, yang harus dilakoninya pada balapan berikutnya di GP Inggris di Silverstone.

Quartararo mengalami insiden yang tak pernah dialaminya sebelumnya di kelas premium. Yakni crash dua kali dalam satu balapan.

Rider Prancis itu bahkan menyebut insiden pertama itu sebagai “kesalahan seorang rookie”. Dia berupaya menyalip Aleix Espargaro dari sisi dalam tikungan 5, yang sejatinya bukan titik yang tepat untuk melakukan overtaking.

Saat melakukan pengereman medalam, ban depannya terkunci. Motornya terseret hingga menabrak Aleix Espargaro dan mendorongnya keluar lintasan.

”Aku melakukan kesalahan bodoh, seperti rookie,” kesal Quartararo usai balapan.

”Seharusnya aku tidak perlu melakukan manuver seperti itu di lap awal, Tapi aku akan belajar dari kesalahan.”

”Pecco (Bagnaia) berhasil menjauh dariku di lap pertama. Tapi kemudian Aleix juga begitu. Aku melihat ada peluang di lap sebelumnya (menyalip di T5). Kemudian aku mencobanya di lap selanjutnya.”

”Sayangnya, di lap itu aku sudah tertinggal agak jauh dan harus melakukan pengereman lebih mendalap pada T5. Alhasil, aku gagal.”

Setelah mengalami crash tersebut, sang juara bertahan memutuskan untuk kembali ke pit untuk mundur dari balapan. Namun timnya memerintahkan untuk kembali membalap karena ada peluang turun hujan.

”Aku memutuskan untuk masuk pit karena merasa motorku bermasalah. Tapi, tim memintaku kembali.”

”Aku beruntung karena (akibat crash kedua) aku tidak mengalami patah tulang.”

Saat ini, Yamaha tengah menginvestigasi apa yang terjadi pada motor Quartararo. Namun mantan rider Petronas Yamaha itu yakin jika kontrol traksi pada motornya itu rusak.

”Motor nyaris tidak bisa dibelokkan. Hanya lurus saja. Aku rasa traksi kontrolnya rusak.” ucapnya.

”Ini benar-benar disayangkan. Aku hanya mengalami dua kali crash sejak awal musim sampai separo musim. Namun hari ini (kemarin) aku crash dua kali dalam 10 lap.”

”Ini bukan hal yang aku lakukan dengan sengaja. Karena itu, rasanya aku ingin memukuli diriku sendiri dua hari ke depan. Tetapi aku tetap harus mengingat bahwa di balapan-balapan sebelumnya aku telah membalap dengan baik.”

 

 

Editor : Candra Kurnia

Saksikan video menarik berikut ini: