alexametrics

German Open Batal, Sektor Ganda Campuran Indonesia Paling Rugi

27 Februari 2020, 11:30:21 WIB

JawaPos.com – German Open 2020 sedianya hendak dimanfaatkan sektor ganda campuran Indonesia untuk memanasi mesin sebelum All England 2020.

Sepanjang Februari Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja tidak bertanding. Nah, turnamen berlevel super 300 itu deal sebagai ajang pemanasan.

Eh, tadi malam baru diumumkan bahwa German 2020 Open ditiadakan. Turnamen yang seharusnya diadakan di Muelheim pada 3–8 Maret itu dibatalkan gara-gara virus korona.

Pembatalan itu jelas sangat merugikan. Dua ganda campuran Indonesia tengah memburu poin kualifikasi Olimpiade 2020. Berbeda dengan sektor lain, dua pekan lalu mereka tidak ikut terjun di Badminton Asia Team Championships (BATC) 2020 di Filipina sehingga tidak mendapatkan poin.

Yang paling terdampak adalah pasangan Hafiz/Gloria. Tahun lalu mereka mencapai final. Poinnya tinggi.

’’Nah, kalau turnamennya batal, poin otomatis hilang,’’ kata Kasubbid Hubungan Internasional PP PBSI Bambang Roedyanto ketika dihubungi semalam. Poin yang hilang itu mengurangi koleksi poin saat ini. ’’Tapi kan keganti dengan yang di Thailand,’’ tambah Rudy, sapaannya.

Hafiz/Gloria memang mencapai final Thailand Masters 2020 meski gagal juara. Capaian itu cukup buat mengamankan posisi mereka di peringkat ke-8 besar dunia. Namun, jika ingin lebih aman, mereka harus melaju lebih jauh di All England.

Kabar baiknya, bukan hanya mereka yang poinnya berkurang. Pasangan Malaysia Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie yang posisinya di bawah Hafiz/Gloria itu mengalami hal serupa.

Kalau tidak mau terkejar oleh Goh/Lai, Hafiz/Gloria harus finis di posisi yang lebih baik di All England. ’’Minimal perempat final dan Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie tidak sampai semifinal,’’ kata Rudy.

Kabid Binpres PP PBSI Susy Susanti memaklumi kondisi itu meski cukup merugikan. Sebab, timnas sudah mempersiapkan perjalanan ke Jerman.

’’Situasinya saat ini kurang kondusif. Memang disayangkan, tapi kalau demi keselamatan dan kesehatan atlet, kami berusaha untuk memakluminya,’’ kata Susy.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : feb/c15/na



Close Ads