alexametrics
M. Nabil, Ketum KONI Jatim 2022-2026

Langsung Bersiap Gelar Puslatda dan Bidik Target Tinggi di PON 2024

27 Januari 2022, 23:18:45 WIB

JawaPos.com-KONI Jawa Timur (Jatim) kini memiliki nakhoda baru. Sesuai dengan prediksi, M. Nabil akhirnya resmi terpilih sebagai ketua KONI Jatim periode 2022–2026.

Dia terpilih secara aklamasi dalam Musprov KONI Jatim di Hotel Bumi, Surabaya, kemarin. Sebelumnya, Nabil menjabat ketua harian KONI Jatim saat periode kepemimpinan Erlangga Satriagung.

Kini segudang tugas menanti. Namun, karena pernah terlibat dalam kepengurusan sebelumnya, Nabil diperkirakan tak akan sulit beradaptasi dengan tugas barunya. Nabil juga menegaskan bahwa dirinya akan memulai tugas dengan program jangka pendek. Yakni, pembenahan dan persiapan puslatda.

Tugas berikutnya adalah membentuk kepengurusan. Nabil akan dibantu dua formatur. Yakni, Ketua KONI Surabaya Hoslih Abdullah dan Ketua POSSI Jatim Mirza Muttaqien. Kepengurusan baru ditargetkan selesai dalam dua pekan.

’’Kami sedang mengevaluasi dan mendegradasi atlet-atlet yang tidak memenuhi syarat dari segi usia dan kualifikasi untuk direkrut di puslatda. Sementara itu, puslatda akan dimulai pada Oktober mendatang,’’ papar Nabil.

Untuk program jangka panjang yang akan dipersiapkannya adalah PON 2024 di Sumatera Utara dan Aceh. PON mendatang mempertandingkan 65 cabor. Perinciannya, 33 cabor di Aceh dan 32 cabor di Sumatera Utara.

Beberapa di antaranya merupakan cabor baru seperti kurash, sambo, kickboxing, hapkido, dan kabaddi.

Melihat tantangan yang semakin besar untuk PON 2024, Nabil akan bergerak cepat. Dia menugaskan cabor-cabor segera memilih atlet yang berpotensi untuk diturunkan tiga tahun lagi. Terutama di cabor dan nomor yang baru dipertandingkan.

’’Olahraga itu hal yang terukur. Maka, keikutsertaannya adalah prestasi. Jangan sampai keikutsertaannya cuma 25 persen atau kurang dari separo. Jika keikutsertaannya sedikit, potensi meraih medali juga sedikit,’’ lanjut pria asal Probolinggo itu.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya juga berharap prestasi yang diraih Jatim pada periode sebelumnya bisa diteruskan Nabil. ’’Banyak potensi yang harus dikembangkan. Prestasi tersebut tidak ada yang gratis. Atlet berlatih dengan mengorbankan waktu, dedikasi, dan profesionalisme yang luar biasa,’’ kata Khofifah.

Di sisi lain, Erlangga mulai kemarin resmi berstatus demisioner. Meski tidak lagi menjabat, alumnus ITS Surabaya itu tetap akan berkontribusi dalam pembinaan olahraga di Jatim. Menurut dia, tantangan ke depan akan semakin berat. Terutama untuk PON 2024.

’’Pada PON 2024 nanti, ada 15 cabor tambahan yang kemarin tidak dipertandingkan. Lebih banyak dari cabor bela diri dan cabor tidak terukur,’’ kata Erlangga. ’’Itu banyak sekali potensinya buat Jatim. Kalau tantangan ini tidak dieksekusi dengan baik, akan diambil daerah lain,’’ ujarnya.

Erlangga juga meminta Jatim tidak hanya berfokus pada PON, tetapi juga punya target prestasi internasional. Sebab, jika prestasi internasional bisa tercapai, beban mereka untuk target PON bisa lebih ringan.

’’Minimal di tingkat Asia Tenggara. Kalau konsentrasi di PON terus, prestasi internasional bisa terlewatkan,’’ timpalnya.

’’Harus ada target internasional. Beberapa cabor sudah ada yang juara dunia. Tinggal ini yang harus didorong terus untuk prestasi internasionalnya,’’ imbuh pria 63 tahun itu.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : gil/c12/bas

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads