alexametrics

Virus Korona Membuat Lokasi Pelatnas Steril dan Atlet Fokus Berlatih

26 Maret 2020, 19:11:02 WIB

JawaPos.com – Sejak ditundanya Olimpiade Tokyo 2020, PB PABBSI terus menunggu jadwal baru dari Federasi Angkat Besi Internasional (IWF). Itu terkait dengan kelanjutan kualifikasi untuk Olimpiade.

Saat ini, Indonesia baru meloloskan dua lifter yakni Eko Yuli Irawan (kelas 61 kg putra) dan Windy Cantika Aisah (kelas 49 kg putri).

Indonesia masih punya peluang menambah lifter ke Tokyo pada Kejuaraan Angkat Besi Dunia di Rumania, 14-20 Maret lalu dan Kejuaraan Angkat Besi Asia yang dijadwalkan di Kazakhstan, 7-15 April 2020.

Kedua ajang itu adalah kualifikasi Olimpiade. Namun, jadwal pelaksanaan kedua even itu ditunda sekitar Mei.

“IWF sudah mengajukan surat penundaan Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2020 dan Kejuaraan Angkat Besi Asia 2020 pada Mei mendatang. IWF juga telah menginformasikan bahwa IOC akan memberikan jawaban soal persetujuan jadwal penundaan itu akhir Maret atau April 2020. Kita tunggu saja,” kata Pelatih Kepala Pelatnas Tim Angkat Besi Olimpiade untuk Indonesia Dirdja Wihardja ketika dihubungi JawaPos.com (25/3).

Dirdja menambahkan, pada kedua kejuaraan tersebut, Indonesia punya peluang meloloskan empat lifter lagi ke Olimpiade Tokyo 2020. Yakni, Deni (kelas 67 kg putra) peringkat 12 dunia, Rahmat Erwin Abdullah (73 kg) peringkat 16 dunia, Nurul Akmal (kelas +87 kg) peringkat 12 dunia, dan Triatno (kelas 73 kg) peringkat 17 dunia.

Namun, khusus Deni, pintu tampaknya sudah tertutup. Sebab, dia dipastikan terdepak dari pelatnas karena kasus indisipliner.

“Jika dua even kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 bisa dilaksanakan, mereka punya peluang untuk mengejar peringkat 8 besar dunia sebagai syarat meraih tiket ke Tokyo,” jelasnya.

Ketika disinggung masalah program latihan di tengah wabah virus korona, Dirdja memastikan seluruh lifter Pelatnas Olimpiade tetap menjalaninya di Markas Marinir Jalan Kwini, Jakarta Pusat.

“Program latihan pelatnas Olimpiade tidak terganggu. Terus terang, ada hikmah yang bisa dipetik dengan keberadaan wabah Covid-19. Anak-anak bisa lebih konsentrasi dan tidak keluar dari lokasi pelatnas yang sudah steril. Habis latihan mereka langsung istirahat,” ujarnya.

Sementara lifter putri andalan Indonesia, Windy Cantika Aisah mengaku hanya bisa pasrah dengan penundaan ini. Windy kini memilih fokus ke depan karena ada beberapa ajang lain yang juga akan berlangsung. Salah satunya SEA Games 2021.

Eko Yuli Irawan menambahkan bahwa penundaan Olimpiade 2020 harus disikapi dengan pikiran positif.

“Penundaan dapat memberi atlet waktu persiapan lebih panjang. Ambil saja dampak positifnya yakni persiapan kami bisa jadi lebih panjang,” ucap peraih perak Olimpiade Rio 2016 itu.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : Gugun Gumilar



Close Ads