alexametrics

Olimpiade Ditunda, The Daddies Tambah Porsi Latihan Fisik di Gym

26 Maret 2020, 20:26:36 WIB

JawaPos.com-Olimpiade ditunda. Artinya, ada kesempatan lebih lama untuk mematangkan persiapan. Namun, itu tidak berlaku bagi atlet-atlet senior.

Misalnya, pasangan ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan lifter Eko Yuli Irawan. Mereka, yang usianya sudah lebih dari 30 tahun, berisiko kehilangan peak performance.

Ahsan lahir pada 7 September 1987. Hendra tiga tahun lebih tua, yaitu 25 Agustus 1984. Ketika Olimpiade berlangsung tahun depan, mereka masing-masing sudah berusia 34 dan 37 tahun.

Hendra mengakui, mereka tidak muda lagi. Namun, Hendra menolak bahwa mundurnya Olimpiade bakal menimbulkan masalah bagi dirinya dan Ahsan.

’’Menurut saya, sudah tepat kalau Olimpiade diundur. Yang penting, sekarang jaga kesehatan,’’ kata Hendra saat dihubungi Jawa Pos melalui layanan pesan singkat kemarin.

Menurut Hendra, fisik memang jadi faktor utama di usianya sekarang. Ajang All England 2020 dua pekan lalu menjadi pembelajaran yang berarti. Saat itu mereka terhenti di babak perempat final. Kalah oleh pasangan Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe lewat dua game langsung. The Daddies, Ahsan/Hendra pun gagal mempertahankan gelar.

Kekalahan itu terjadi lantaran kondisi fisik keduanya terkuras pada dua babak sebelumnya. Sejak babak pertama, mereka harus menyelesaikan pertandingan lewat rubber game. ’’Di samping itu (fisik), mereka (Endo/Yuta) tampil bagus,’’ jelasnya.

Hendra dan Ahsan sudah menambah porsi latihan fisik di gym. Mereka juga disiplin menjalankan gaya hidup sehat. Di antaranya, menjaga asupan gizi dan tidur cukup.

Gaya hidup itu akan dipertahankan Hendra dan Ahsan, bahkan mungkin diperbaiki agar hasilnya maksimal. ’’Umur segini, fisik gampang turun kalau nggak dijaga,’’ ucap pemain yang sering ditunjuk menjadi kapten di kejuaraan beregu tersebut.

Sementara itu, Eko Yuli Irawan juga menyikapi penundaan Olimpiade dengan positif. ’’Tidak ada ruginya, persiapan bisa lebih panjang. Masalah program, kan tinggal dilanjutkan. Tidak ada perubahan. Event juga kan sementara dibatalin semua,’’ paparnya.

Eko berhasil tampil konsisten sejak 2018. Ditandai dengan emas Asian Games 2018, lalu merebut gelar juara dunia di kelas baru 61 kg. Tahun lalu, dia memang kehilangan gelar juara dunia. Namun, Eko masih mempertahankan posisi kedua di klasemen kualifikasi Olimpiade Tokyo.

Eko berusia 31 tahun pada 24 Juli mendatang. Dia optimistis bisa menjaga peak performance hingga saat itu tiba. Dirdja Wihardja, pelatih kepala pelatnas angkat besi, juga sepakat.

’’Tidak masalah. Untuk latihan, ubah saja periodisasinya dan tetap fokus. Ibaratnya tetap tabung power, tak ada yang sia-sia,’’ tuturnya.

POSISI AMAN KE TOKYO

ATLETIK

Lalu Muhammad Zohri (100 meter)

Potensial

Sapwaturrahman (lompat jauh)

Emilia Nova (lari gawang)

ANGKAT BESI

Eko Yuli Irawan (61 kg)

Windy Cantika Aisah (49 kg)

Potensial

Nurul Akmal (+87 kg)

BULU TANGKIS

Marcus Fernaldi Gideon

Kevin Sanjaya Sukamuljo

Mohammad Ahsan

Hendra Setiawan

Praveen Jordan

Melati Daeva Oktavianti

Greysia Polii

Apriyani Rahayu

Anthony Sinisuka Ginting

Jonatan Christie

Potensial

Hafiz Faizal

Gloria Emanuelle Widjaja

Gregoria Mariska Tunjung

PANAHAN

Diananda Choirunnisa

Riau Ega Agatha Salsabila

MENEMBAK

Vidya Rafika Toyyiba

POTENSIAL

Fathur Gustavin

Editor : Ainur Rohman

Reporter : raf/c18/na



Close Ads