alexametrics

Indonesia Sambut Baik Keputusan IOC Untuk Menunda Olimpiade

26 Maret 2020, 20:14:22 WIB

JawaPos.com – Indonesia menyambut positif keputusan International Olympic Committee (IOC, atau Komite Olimpiade Internasional) menunda Olimpiade Tokyo 2020 ke tahun depan. Keputusan itu dianggap yang terbaik demi kesehatan dan keselamatan jutaan warga dunia di tengah pandemi virus korona baru.

’’Kami sangat yakin dan percaya semua keputusan IOC pasti mengutamakan kepentingan, keselamatan, dan kesehatan para atlet maupun ofisial,’’ tutur Raja Sapta Oktohari, ketua umum NOC Indonesia, ketika dihubungi kemarin.

’’Sekarang tinggal menunggu keputusan IOC soal kualifikasi. Apakah berhenti atau kembali diteruskan saat pandemi ini sudah surut,’’ imbuh dia.

Pria yang akrab disapa Okto itu menyebutkan, penundaan Olimpiade membuat persiapan pelatnas di berbagai cabang olahraga (cabor) lebih panjang. ’’Peluang latihan lebih banyak. Insya Allah semakin meyakinkan kita untuk dapat hasil lebih maksimal daripada Olimpiade Rio 2016,’’ kata chef de mission kontingen Indonesia di Rio tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, NOC dan Kemenpora siap memperpanjang masa pelatnas bagi cabor-cabor yang berpotensi lolos ke Olimpiade. Mereka juga tetap mengagendakan tryout. Namun, rencana tersebut tentu harus melibatkan banyak pihak. Di antaranya, Kemenkes dan Kemenkeu. Sebab, ada konsekuensi anggaran.

Senada dengan Okto, Menpora Zainudin Amali juga menerima keputusan NOC dengan senang hati. Namun, untuk mengubah anggaran pelatnas, dia menunggu surat resmi dari komite yang memegang hak penuh penyelenggaraan Olimpiade tersebut. ’’Harus ada surat resmi yang kami terima sehingga ada alasan bahwa ini tak jadi,’’ jelasnya.

Di sisi lain, mayoritas cabor menanggapi penundaan Olimpiade dengan gembira. Alasannya sama, persiapan jadi makin panjang. Plus, jika ternyata kualifikasi nanti dilanjutkan setelah pandemi Covid-19 berlalu, kans untuk meloloskan lebih banyak atlet juga makin besar.

’’Saat ini panahan baru mendapat kuota dua atlet. Padahal, masih banyak yang berpeluang lolos,’’ kata Sekjen PP Perpani Nyak Amir.

Kuota tersebut sangat mungkin menjadi milik Riau Ega Agatha Salsabila dan Diananda Choirunisa. Namun, ada beberapa nama yang bisa meraih tiket juga. Misalnya, Asiefa Nur Haenza (Jawa Timur), Hendra Purnama (Jogjakarta), Arif Dwi Pangestu (Jogjakarta), dan Titik Kusumawardani (Jogjakarta).

Juga ada Ryan Rafi Adiputro (Banten) dan Linda Lestari (Kalimantan Tengah) yang bisa mempersiapkan diri lebih matang.

Yang sedikit deg-degan justru bulu tangkis. Jika kualifikasi dihentikan saat ini, Indonesia meloloskan 13 pemain ke Tokyo. Namun, jika kualifikasi dilanjutkan, ada nama-nama yang terancam.

Misalnya, pasangan ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja. Mereka berada di peringkat ke-8 klasemen kualifikasi dan bisa tersalip kapan saja.

Namun, Sekjen PP PBSI Achmad Budiharto berusaha tidak melihat penundaan itu sebagai kerugian. ’’Kami sangat memahami dasar keputusan itu diambil. Yaitu, mempertimbangkan keselamatan dan kesehatan para atlet, ofisial, penonton, dan stakeholders semua,’’ bebernya.

Budiharto mengaku belum tahu betul mengenai penghitungan poin setelah Olimpiade resmi ditunda. Apalagi, nasib turnamen yang masuk agenda kualifikasi bermacam-macam.

Ada yang digeser ke akhir tahun, ada juga yang dibatalkan total. Apakah nanti poin ditambahkan dari turnamen lain? ’’Kami harus nunggu keputusan BWF,’’ tandasnya. —

Kata Mereka

“Tiga karateka kita masih bisa mengikuti kualifikasi Pra-Olimpiade di Paris. Kalau lolos, persiapan kita bisa lebih panjang dan matang.’’

RAJA SAPTA ERVIAN, Sekjen PB Forki

“Semua itu pasti ada untung ruginya. Mau apa lagi. Kami ambil hikmahnya dengan segera mengubah strategi pencapaian.’’

DJOKO PRAMONO, Wakil Ketua PB PABBSI

”Bagi kami, ditundanya Olimpiade otomatis memberikan keuntungan. Atlet-atlet kami mendapatkan waktu lebih untuk mempersiapkan diri.’’

NYAK AMIR, Sekjen PP Perpani

Editor : Ainur Rohman

Reporter : raf/c19/na



Close Ads