alexametrics

BWF Akan Segera Bekukan Ranking Dunia

26 Maret 2020, 13:33:17 WIB

JawaPos.com – Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) masih terus mencari solusi terkait sistem kualifikasi Olimpiade.

Pada awalnya, kualifikasi berakhir pada 26 April 2020. Namun, hal ini berubah menyusul adanya penundaan Olimpiade Tokyo 2020 hingga satu tahun.

“Kami akan meninjau dampak pada sistem kualifikasi Olimpiade dan Paralimpiade untuk menemukan solusi yang adil dalam memenuhi syarat pemain lolos ke Olimpiade,” demikian pernyataan BWF melalui laman resminya (26/3).

BWF akan membekukan untuk sementara peringkat dunia bulu tangkis. Namun, BWF belum bisa memaparkan secara detail teknis pembekuan peringkat dunia tersebut.

“BWF dalam jangka pendek juga akan mencari kemungkinan pembekuan peringkat dunia sampai turnamen internasional dimulai lagi. Namun, kami masih bekerja pada solusi teknis untuk memastikan pembekuan,” tulis BWF.

BWF mendukung keputusan Komite Olimpiade Internasional (IOC) menunda Olimpiade Tokyo 2020 yang pada awalnya dijadwalkan tergelar pada 24 Juli hingga 9 Agustus 2020.

Sejauh ini, belum ada tanggal pasti kapan Olimpiade Tokyo 2020 akan dimulai lagi. Tetapi IOC, Perdana Menteri Jepang, dan Komite Penyelenggara Tokyo (TOCOG) sepakat akan menggelar Olimpiade pada musim panas 2021.

BWF akan terus memantau semua perkembangan terkait COVID-1. Ini sejalan seiring dengan saran dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan IOC. “Kami akan membuat pilihan terbaik untuk kepentingan para pemain internasional dan komunitas bulu tangkis secara umum,” tulis BWF.

Sementara, PP PBSI pmemandang bahwa keselamatan dan kesehatan semua menjadi perhatian utama saat ini. Melalui pernyataan Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto, PP PBSI mendukung penuh keputusan ini demi kepentingan bersama.

“Kami akan ikuti, apa yang menjadi keputusan IOC dan BWF, karena saat ini yang penting adalah keselamatan dan kesehatan peserta Olimpiade. Wabah COVID-19 membuat kami semua tidak punya pilihan lagi, harus ikuti prosedur yang sudah ditentukan,” ujar Budi.

“Keputusan ini dibuat tentunya dengan mempertimbangkan banyak hal, dan tidak dipungkiri harus ada banyak penyesuaian juga dari pemain. Harus ada adjustment dengan kondisi perubahan jadwal turnamen, program latihan, dan sebagainya,” lanjutnya.

PP PBSI juga belum bisa bicara mengenai apakah mundurnya Olimpiade berdampak pada pergeseran pemain yang akan lolos ke Olimpiade, mengingat sejumlah pemain andalan kini tengah berada di peak performance mereka.

“Kami harus melihat dulu perkembangannya, termasuk jika ada perubahan ketentuan dari BWF terkait kualifikasi Olimpiade dan pembekuan ranking. Secara prinsip, PBSI akan mengirim pemain yang berpeluang besar mendapat medali,” ungkap Budi.

“Kami tidak tahu keputusan BWF seperti apa nantinya, apakah akan ada hitungan baru lagi. Kami akan sesuaikan, sekarang kami belum bisa berkata bisa ada perubahan atau tidak,” tutur Budiharto.

Pandemi COVID-19 juga membuat Indonesia mengajukan perubahan waktu penyelenggaraan turnamen Indonesia Open 2020. Yang awalnya akan dilangsungkan pada 16-21 Juni 2020, menjadi 29 sampai 4 Oktober 2020.

Tanggal ini sedianya telah diamankan untuk slot turnamen Indonesia Masters 2020 (Super 100).

“Sudah kami ajukan ke BWF, turnamen Blibli Indonesia Open Super 1000 akan memakai jadwal Indonesia Masters Super 100. Kami masih menunggu jawaban dari BWF, termasuk jika disetujui, bagaimana kelanjutan penyelenggaraan Indonesia Masters Super 100. Itu akan ditunda atau dibatalkan,” kata Budi.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : Gugun Gumilar



Close Ads