Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 Juli 2025 | 03.42 WIB

Sirkuit Supercross Standar Olimpiade Jadi Tantangan Bibit Baru Biker, Warnai Kejurnas BMX Banyuwangi 2025

Pelaksanaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) BMX 2025 di Sirkuit BMX Supercross Muncar, Banyuwangi. - Image

Pelaksanaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) BMX 2025 di Sirkuit BMX Supercross Muncar, Banyuwangi.

JawaPos.com - Pelaksanaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) BMX 2025 di Sirkuit BMX Supercross Muncar, Banyuwangi pada 4-6 Juli dijadikan momentum penting dalam pengembangan prestasi atlet nasional, terutama berkat pemanfaatan sirkuit supercross berstandar internasional yang pertama kali digunakan di Indonesia.

Pelatih tim nasional balap sepeda Dadang Haries Purnomo mengatakan, lintasan kelas dunia yang didesain oleh Tom Ritzenthaler tidak hanya menjadi tantangan bagi para pembalap, tetapi juga membuka peluang bagi atlet Indonesia untuk beradaptasi dengan karakter sirkuit yang kerap ditemui dalam ajang internasional seperti Kejuaraan Dunia dan Olimpiade.

“Sirkuit supercross ini sudah berstandar Olimpiade. Tapi justru ini jadi peluang karena atlet-atlet muda kita bisa cepat beradaptasi, meski secara fisik memang masih perlu ditingkatkan,” ujar Dadang.

Namun demikian, Dadang mengakui keterbatasan infrastruktur BMX di luar Pulau Jawa masih menjadi hambatan dalam pemerataan pembinaan atlet. “Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Jumlah sirkuit masih sangat minim dan tidak semua atlet bisa langsung berlatih di lintasan berstandar internasional tanpa adaptasi,” katanya.

Meski begitu, Kejurnas BMX tahun ini dinilai berhasil melahirkan sejumlah atlet muda potensial dari berbagai daerah, termasuk dari Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Utara di kategori junior putra dan putri.

“Bibit-bibit baru mulai terlihat, termasuk dari luar Jawa. Ini jadi sinyal positif bagi pemerataan pembinaan dan kekuatan nasional yang lebih merata ke depannya,” ujar Dadang.

Selain BMX, Dadang juga mengapresiasi pelaksanaan Kejurnas Road Race 2025 yang juga digelar di Banyuwangi, sepekan sebelumnya. Ia menyebut kejuaraan kali ini sebagai salah satu yang terbaik karena menempuh jarak 175 kilometer dengan variasi medan yang mendekati standar internasional.

“Rutenya sangat variatif, dari flat hingga tanjakan ekstrim dengan kemiringan di atas 30 persen. Bahkan informasi yang kami terima, karakter ini mendekati rute SEA Games nanti di Thailand,” kata dia.

Dari sisi persaingan, nama-nama seperti Ayustina Delia Priatna dan Sayu Bella Sukma Dewi masih mendominasi kategori elite. Namun Dadang mencatat regenerasi mulai menunjukkan hasil dengan meningkatnya jumlah peserta di kategori U23 dan junior.

“Peserta U23 putri mencapai 19 orang. Jumlah itu cukup besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bahkan ada atlet potensial dari Bali dan DKI Jakarta yang mulai muncul,” katanya.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore