alexametrics

Kesalahan Fatal di Balik Jatuhnya Bagnaia di MotoGP Emilia Romagna

25 Oktober 2021, 19:00:51 WIB

JawaPos.com- Di saat krusial ketika kejuaraan sedang ditentukan, kesalahan sekecil apapun tidak boleh terjadi.

Itulah yang terjadi pada kasus jatuhnya Francesco Bagnaia di MotoGP Emilia Romagna di tikungan 15 saat balapan menyisakan empat lagi.

Penyebab insiden itu disinyalir karena keputusan Bagnaia memilih ban hard depan untuk balapan tersebut.

Pilihan yang sama juga diambil rekan setimnya Jack Miller. Hasilnya sama. Miller malah lebih dulu mengalami kecelakaan dan out dari balapan.

Hanya dua pembalap yang memilih ban depan hard pada balapan tersebut. Yakni duo Ducati tersebut.

Akibat insiden Bagnaia tersebut, Fabio Quartararo melenggang mudah menyegel gelar juara dunia MotoGP 2021 lebih cepat.

Valentino Rossi, yang tak lain adalah mentor Bagnaia, mengaku kesal dan sempat marah dengan keputusan Bagnaia tersebut. Terutama karena pemilihan ban depan hard tersebut.

Meski Rossi mengucapkan selamat kepada Quartararo atas gelar juara yang diraihnya untuk Yamaha, pabrikan yang juga menaungi the Doctor, namun menurutnya menjaga persaingan tetap terbuka sampai GP Portimao, Portugal, sangat penting.

‘’Kalau saja dia (Bagnaia) memasang medium, dia akan menang. Karena dia adalah yang tercepat di grid’’ kata Rossi.

‘’Menurutku, ban depan hard terlalu berbahaya untuk hari ini (balapan kemarin). Aku sudah berusaha memberi tahu Pecco (Bagnaia) tapi pada akhirnya mereka tetap memilih hard,’’ ungkapnya.

‘’Di bagian akhir balapan suhu udara menurun, sinar matahari berkurang, temperatur juga anjlok. Dan (karakter ban) hard memang seperti itu. Saat suhu udara berada di bawah normal, ban akan “menyerah” (karena tidak cukup panas untuk mendapat cengkeraman di aspal),’’ tambahnya.

‘’Kalau sudah begitu pembalap tidak bisa berbuat apa-apa. Sungguh disayangkan,’’ kata Rossi.

Bagnaia dan Miller berpendapat, penyebab kecelakaan itu adalah gagalnya memanaskan sisi kiri ban depan pada tikungan 8 sebelum memasuki tikungan 15.

Karena tikungan 8 adalah tikungan ke kiri terakhir sebelum tikungan 15. Dan di antara dua tikungan itu ada 6 tikungan yang semuanya ke kanan.

Di saat Miller sudah mengakui bahwa pemilihan ban hard adalah kesalahan, Bagnaia tetap bersikukuh bahwa pilihannya sudah tepat.

Karena dia merasa kurang nyaman dengan ban medium. Sementara ban soft diyakini tidak akan mampu bertahan sampai akhir balapan.

Rossi sendiri memilih ban medium dan merasa sangat nyaman.

Di GP Aragon Bagnaia meraih kemenangan setelah manut pada masukan Valentino Rossi yang memintanya memasang ban depan hard.

Di Misano kemarin Rossi juga mengaku sudah memberi masukan kepada Bagnaia. ’’Seperti di Aragon aku berusaha menghipnotisnya supaya memilih medium..medium..medium… Tapi kali ini aku tidak berhasil,’’ katanya.

 

 

 

Editor : Candra Kurnia

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads