alexametrics
French Open 2019

Jonatan Christie Nyaris Bikin Kita Patah Hati

25 Oktober 2019, 18:22:13 WIB

JawaPos.com– Tadi malam, di Stade Pierre de Coubertin, Jonatan Christie hampir membuat hati ribuan badminton lovers tanah air ambyar lantaran nyaris kalah oleh Lee Cheuk Yiu. Untung dia mampu bangkit, mengubah situasi sulit menjadi cerita yang melegakan, dan lolos ke perempat final French Open 2019.

Lawan Jojo –sapaan Jonatan Christie– di babak 16 besar semalam sejatinya tidak masuk daftar pemain berbahaya yang wajib diwaspadai. Secara level, Lee belum pantas disandingkan dengan Jojo yang kini berstatus ranking ketujuh dunia. Meskipun usianya setahun lebih tua, pemain Hongkong tersebut berada di peringkat ke-30.

’’Kadang di lapangan ada pemain A yang cocok dengan pemain B, tapi saya nggak cocok dengan pemain B. Atau pemain A nggak cocok sama pemain B, tapi saya cocok dengan tipe pemain B. Nah, Lee Cheuk Yui ini termasuk pemain yang pukulannya kurang cocok untuk permainan saya,’’ kata Jojo menganalogikan.

Lee memang unggul head-to-head 2-1 atas Jojo. Tetapi, pertemuan terakhir Jojo versus Lee sudah sangat lama. Tepatnya di New Zealand Open 2017 ketika mereka baru mentas dari level junior. Kala itu Jojo kalah lewat dua game langsung. Hal yang sama nyaris terulang tadi malam.

’’Dari awal saya sudah siapkan strategi untuk menghadapi dia. Tapi, di lapangan saya justru kepikiran kelebihan dia terus dan itu membuat saya jadi ragu-ragu. Hal itu menjadi momok buat saya di awal pertandingan,’’ ujar Jojo sebagaimana dikutip dari siaran pers PP PBSI.

Jojo tampil kurang meyakinkan pada game pertama. Dia tertinggal lebih dulu, 17-21.

Kemudian, pada game kedua, Jojo semakin bikin frustrasi. Dia tertinggal 2-6, lalu 5-10. Bahkan, saat interval, Lee melaju dengan keunggulan lumayan, 11-8. Lawan terus saja melesat. Namun, Jojo dengan tertatih-tatih mengejar hingga kedudukan imbang 18-18. Setelah itu, Jojo lebih dulu mencapai game point.

Eh, dia malah dikejar lagi hingga harus melalui deuce yang untungnya bisa dimenangi Jojo dengan skor 22-20.

’’Di game pertama saya nggak bisa main lepas. Hal itu yang bikin lawan tampil percaya diri di awal game kedua. Tapi, puji Tuhan, saya bisa bangkit dan terus mencoba meredam dia di lapangan,’’ tambahnya.

Hingga saat ini, tunggal putra terbaik Indonesia itu kurang bisa menguasai turnamen Eropa. Penampilannya lebih tangguh ketika berlaga di Benua Asia. Pada Denmark Open pekan lalu, Jojo kalah dari Rasmus Gemke pada babak kedua.

Sejak menjadi runner-up di Japan Open Juli lalu, Jojo belum lagi mencetak prestasi serupa. Trennya permainan atlet binaan PB Tangkas itu masih naik turun, belum konsisten.

Pada laga lainnya, semangat untuk mengejar prestasi yang dicapai Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti tidak lantas membuat Hafiz Faizal/Gloria E. Widjaja kebal dari kekalahan. Unggulan kedelapan itu ditaklukkan pasangan Inggris Ben Lane/Jessica Pugh dalam rubber game 12-21, 21-17, 15-21. Padahal, setahun sebelumnya Hafiz/Gloria bisa menang mudah atas pasangan tersebut.

CAPAIAN JONATAN CHRISTIE DALAM 5 TURNAMEN TERAKHIR

Babak kedua Denmark Open

Perempat Final Korea Open

Babak pertama China Open

Perempat Final Kejuaraan Dunia

Runner-up Japan Open

Editor : Ainur Rohman

Reporter : feb/c4/cak



Close Ads