alexametrics

Pulang dari Eropa, Pelatih Pastikan Timnas Bulu Tangkis Junior Sehat

25 Maret 2020, 17:17:25 WIB

JawaPos.com – Muncul kabar bahwa tim bulu tangkis junior yang baru pulang dari Eropa tidak menjalani karantina. Mereka hanya dilarang tidak boleh keluar dari pelatnas setelah menjalani tur.

Hal ini dibenarkan oleh pelatih putri junior Minarti Timur.

Minarti mengatakan bahwa saat timnya berlaga di Italian International Challenge 2020 wabah Covid-19 belum begitu parah. Turnamen itu berlangsung di Gedung PalaBadminton, Milan, Italia pada 21 sampai 23 Februari 2020.

“Jadi kami masih tetap main. Indonesia sukses mengirimkan wakil ke semifinal dan final untuk semua sektor pertandingan,” kata Minarti kepada JawaPos.com (25/3).

Sayangnya, kata Minarti, laga semifinal dan final yang direncanakan digelar pada Minggu (23/2) batal dilaksanakan. Asosiasi Bulu Tangkis Italia menyampaikan pengumuman pembatalan seluruh pertandingan sisa. Itu akibat dampak merebaknya wabah virus korona di Italia.

Waktu itu Kedutaan Besar Indonesia memberi tahu bahwa virus korona mulai merebak di Italia bagian utara. Khususnya di wilayah Lombardia, Veneto, dan Turin. “Beruntungnya kami di Milan. Ketika dapat kabar itu, rombongan langsung berangkat ke Belanda,” ucapnya.

“Waktu itu kan memang belum parah. Jadi saat pulang ke pelatnas, anak-anak diminta untuk isolasi mandiri. Dilarang keluar Pelatnas juga,” imbuhnya.

Disinggung terkait kondisi pelatih tunggal putra Hendry Saputra yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) virus korona, Minarti merasa prihatin. Namun dia memastikan anak didiknya tidak ada yang bertemu dengan Hendry. “Anak-anak sehat. Yang di Pelatnas cuma ada lima atlet, yang lain kan pada ujian di Kudus (PB Djarum, Red),” ucapnya.

Dia juga meminta kepada anak didiknya yang berada di Kudus maupun di Pelatnas untuk menjaga kondisi fisiknya ketika masa karantina. “Intinya jaga fisik, minum vitamin, tidur cukup, makan yang bagus, sama ikuti aturan dokter Pelatnas,” bebernya.

Minarti juga menyayangkan dengan batalnya semua kejuaraan BWF. Baik lokal maupun luar. Oleh karena itulah, untuk sementara porsi latihan sedikit diturunkan intensitasnya. Tapi yang paling penting, kata dia, kalau tidak ada turnamen, fisik pemain harus dinaikkan. Tujuannya, agar menjaga performa.

Hal senasa juga dikatakan pelatih putra junior Jeffer Rosobin. Menurut dia, ketika anak didiknya pulang dari Jerman, mereka langsung melakukan isolasi mandiri.

“Sepulang dari Jerman sampai sekarang semuanya sehat. Saya juga meminta untuk jaga kondisi fisik dengan tetap latihan. Tapi latihannya disesuaikan dengan kebutuhan supaya tidak turun sekali kondisinya,” jelasnya.

Setelah berlaga di Italia, tim Indonesia berlaga pada ajang Dutch Junior International 2020. Dari lima sektor yang dipertandingkan, Indonesia tampil luar biasa dengan menyabet empat gelar.

Gelar juara itu datang dari Saifi Rizka Nurhidayah (tunggal putri), lalu Lanny Tria Mayasari/Jesita Putri Miantoro (ganda putri), Muhammad Rayhan Nur Fadillah/Rahmat Hidayat (ganda putra), dan Teges Satriaji Cahyo Hutomo/Indah Cahya Sari Jamil (ganda campuran).

Setelah itu, tim Indonesia berlaga di German Junior 2020. Pada ajang itu, Indonesia meraih satu gelar lewat ganda campuran Teges/Indah.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : Gugun Gumilar



Close Ads