alexametrics

Langsung Kirim Surat Untuk Menanyakan Nasib Kualifikasi Olimpiade

25 Maret 2020, 19:25:34 WIB

JawaPos.com-Olimpiade Tokyo 2020 yang semula dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli sampai 9 Agustus mendatang resmi ditunda. Ajang olahraga terbesar itu bakal digelar paling lambat pada musim panas 2021.

Komite Olimpiade Internasional dan pemerintah Jepang menunda Olimpiade karena merebaknya virus korona.

Menanggapi penundaan ini, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari mengatakan bahwa pihaknya belum tahu langkah IOC selanjutnya. Misalnya bagaimana nasib kualifikasi. Oleh karena itulah, dalam waktu dekat, KOI akan menyurati IOC untuk menanyakan hal ini.

“Makanya kami menyurati IOC, nanti teknisnya seperti apa. Apakah ada kualifikasi lagi atau ditutup dengan menggunakan hasil sekarang,” kata Okto ketika dihubingi JawaPos.com.

Menurut Okto, jika IOC memutuskan untuk menghapus semua hasil kualifikasi, maka perjuangan para atlet akan sia-sia. Mungkin ini satu-satunya peluang mereka untuk bisa tampil di Olimpiade.

Di sisi lain, kata Okto, jika IOC tetap menggunakan hasil kualifikasi saat ini, belum tentu komposisi atlet tersebut merupakan yang terbaik saat tampil pada Olimpiade Tokyo 2021.

“Kalau dibuka kualifikasi lagi, sayang dong atlet kita yang sudah lolos harus ikut lagi. Makanya ini perlu ditanyakan,” ucap dia.

KOI juga akan mencari kejelasan periode penundaan, mengingat hal tersebut berkaitan dengan sektor pendanaan.

“Yang jelas ini konsekuensinya kan pasti ke anggaran, tapi untuk estimasi (penambahan) anggarannya kami belum tahu karena harus ada perencanaan lagi,” jelasnya.

Sekjen PP PBSI Achmad Budiharto menyambut baik adanya penundaan Olimpiade Tokyo 2020. PBSI juga masih menunggu keputusan teknis Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) terkait skema selanjutnya.

“Apapun hasil keputusan BWF, kami ikuti. Apakah nantinya yang dipakai poin yang sekarang atau ada kualifikasi baru lagi. Jadi kami ikut saja,” jelasnya.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : Gugun Gumilar



Close Ads