Ditanya Soal Olympic Race, Kento Momota: Menang Pertandingan Dulu Saja

25 Januari 2023, 16:27:06 WIB

JawaPos.com – Juara sepertinya sudah menjadi sebuah fenomena yang amat asing untuk Kento Momota. Sejak diterpa musibah kecelakaan lalu lintas tepat setelah menjuarai Malaysia Masters 2020 dan baru mulai kembali ke turnamen internasional di gelanggang Olimpiade Tokyo 2020 pada Agustus 2021 lalu, performanya sama sekali berbeda dari dua tahun sebelumnya.

Momota baru meraih satu gelar juara setelah persitiwa kecelakaan tersebut, yakni di Indonesia Masters 2021. Selebihnya, ia selalu tampil terseok-seok dan kerap tersandung di babak pertama. Di 2022, pencapaian terbaiknya hanya mencapai partai final Malaysia Open 2022, di mana  kemudian ia dibantai tanpa ampun oleh Viktor Axelsen dengan skor 4-21 dan 7-21.

Padahal, ia begitu perkasa di 2018-2019. Terbukti, 10 gelar turnamen BWF berhasil ia menangkan di 2019. Di era yang sama, ia juga berhasil menyabet dua gelar juara dunia dan satu gelar All England.

Terbaru, Momota juga masih belum bisa bicara banyak di Indonesia Masters 2023. Berlaga di babak pertama pada Rabu (25/1), ia harus angkat kaki usai ditekuk pebulu tangkis Tiongkok yang saat ini juga sedang tidak dalam performa terbaiknya, Shi Yu Qi. Momota dipaksa menyerah dua gim langsung 18-21 dan 7-21.

Kekalahan ini membuat Momota yang dulu pernah menjadi rangking 1 dunia semakin terpuruk. Saat ini, ia bertengger di ranking 19 dunia. Fakta ini juga membuat peluang Momota untuk lolos kualifikasi Olimpiade Paris 2024 semakin sulit, karena ada tiga wakil Jepang lain yang punya peringkat lebih baik dari dirinya, yakni Kodai Naraoka (7), Kenta Nishimoto (13), dan Kanta Tsuneyama (17).

Untuk diketahui, perolehan poin olimpiade atau olympic race akan dimulai pada Mei 2023 mendatang sebelum nantinya dua perwakilan dari tiap negara di seluruh nomor berhak untuk maju ke gelanggang olahraga terbesar itu.

Lantas, bagaimana Momota menyikapi olympic race untuk Olimpiade Paris 2024?

“Targetku mau menang pertandingan dulu saja,” ujarnya lesu saat ditemui usai laga.

Meski kedengarannya sangat pesimistis, sangat bisa dipahami mengapa Momota melontarkan jawaban tersebut. Bagaimanapun, kalah terus menerus di babak pertama jelas merupakan hal yang membuat frustrasi, apalagi untuk dirinya yang masih diakui khalayak bulu tangkis sebagai salah satu pemain bulu tangkis terbaik Jepang yang pernah ada.

Momota pun mengakui bahwa bangkit dari keterpurukan setelah didera cedera serius memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Hal ini yang membuat dirinya berpandangan bahwa berlaga di Olimpiade Paris 2024 merupakan hal yang jauh dari jangkauannya, setidaknya untuk saat ini.

“Aku masih berusaha terus bangkit. Tapi, dampak dari kecelakaan itu memang bukan hal yang mudah untuk dilewati. Pengaruhnya masih ada sampai sekarang secara mental dan fisik. Upaya untuk bangkit dari itu semua adalah hal sulit,” kata Momota.

Sejauh ini, kata Momota, ia memang menjalani terapi khusus untuk memulihkan psikisnya. “Ini memang sangat membantu untuk membuat mentalku tidak makin memburuk,” kata Momota.

Terkait ucapannya beberapa waktu lalu soal bulu tangkis tidak lagi menyenangkan untuknya, Momota berkelit bahwa itu hanya bentuk ungkapan kekecewaannya yang membuncah. Ia juga membantah bahwa ucapan itu ia lontarkan sebagai sinyal bahwa dirinya akan segera pensiun dari dunia tepok bulu angsa.

“Namanya kalau kalah terus menerus, tentunya pasti frustrasi. Untuk pensiun, aku belum terpikir sama sekali. Aku yakin masih bisa bangkit dan bersaing lagi,” tutupnya.

Editor : Banu Adikara

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads