alexametrics
Grand Slam Australia Open 2020

Sensasi Anak SMA yang Menyikat Juara Bertahan dan Mantan No 1 Dunia

25 Januari 2020, 08:44:08 WIB

JawaPos.com – Cori ’’Coco’’ Gauff tidak bisa memercayai capaiannya sendiri. Dua tahun lalu, di Australian Open 2018, dia kalah pada babak pertama level junior. Kemarin dia memastikan langkah ke babak keempat alias 16 besar.

Tidak tanggung-tanggung, tiket itu dia peroleh setelah menumbangkan pemain nomor empat dunia sekaligus juara bertahan: Naomi Osaka!

Coco tampil perkasa hingga bisa menang 6-3, 6-4 dalam tempo 67 menit. Dia menunjukkan mental baja dan determinasi yang luar biasa. Sama sekali tidak seperti seorang petenis yang baru 15 tahun dan masih di ranking ke-67 dunia.

Saat Osaka, sang mantan nomor satu dunia itu banjir kesalahan sendiri dengan melakukan 30 kali unforced errors, Gauff tampil jauh lebih disiplin. Dia tercatat hanya membuat 17 kesalahan sendiri. Total point won yang dibuatnya juga lebih baik daripada Osaka. Yakni berbanding 60-45.

’’Ini benar-benar gila,’’ kata Coco kepada Channel Nine dalam wawancara setelah pertandingan. ’’Sepanjang pertandingan, aku selalu meyakinkan diri sendiri untuk fokus ke satu poin dulu. Dan aku harus terus melawan. Kita tidak pernah tahu apa yang bisa terjadi di lapangan,’’ imbuhnya.

Jangan pernah lupa bahwa Coco masih remaja. Anak SMA. So, di sela wawancara, ada saja yang penasaran dengan sekolahnya.

’’Mungkin besok saja aku mengerjakan PR. Aku cuma mau tidur malam ini,’’ ucapnya. ’’Guru-guruku memberiku waktu karena mereka memahami situasiku saat ini. Mereka mengizinkan aku mengumpulkan tugas belakangan. Nggak apa-apa,’’ tutur dia riang.

Ini baru kali ketiga Coco tampil di babak utama grand slam. Namun, dia mampu memastikan diri minimal selalu menembus babak ketiga alias 32 besar. Dalam debut grand slam-nya pada Wimbledon tahun lalu, Coco terhenti pada babak keempat. Sementara di AS Terbuka dia takluk di 32 besar.

Kemenangan itu sekaligus menjadi balas dendam Gauff atas Osaka di 32 besar AS Terbuka tersebut. Saat itu Osaka juga menaklukkan Coco dua set langsung. Tepatnya 6-3, 6-0 dalam 65 menit. ’’Aku belajar banyak dari kekalahan tersebut,’’ ungkap Coco di situs resmi WTA. ’’Tidak hanya untuk melawan Naomi, tapi juga menghadapi seluruh turnamen,’’ lanjutnya.

Cewek yang berulang tahun setiap 13 Maret itu mengenang, akhir tahun lalu, dirinya masih terlalu menggebu-gebu. Terseret euforia yang diciptakan media setelah sensasinya di Wimbledon. Tepatnya setelah dia mengalahkan Venus Williams pada babak pertama. Dia jadi ingin membuktikan bahwa kemenangannya atas Venus bukan kebetulan.

’’Aku banyak berurusan dengan media,’’ kenangnya. ’’Sekarang aku lebih bisa menikmati pertandingan. Aku bersenang-senang. Menang itu hanya bonus. Yang paling penting, aku bisa bergembira di lapangan, bahkan saat situasinya sedang sulit,’’ ujarnya.

Osaka, di sisi lain, sangat kecewa. ’’Siapa yang mau kalah dengan anak 15 tahun?’’ keluh Osaka. ’’Tapi, ini memang bukan masalah umur. Akunya saja yang tidak punya mental juara bertahan,’’ tambah petenis 22 tahun tersebut.

Osaka lantas memerinci apa yang membuatnya kalah. Selain soal mentalitas, dia melihat servis Coco sangat bagus. Begitu bertenaga dan akurat. Presentasi Coco memenangkan servis pertama mencapai 75 persen. ’’Aku merasa tidak bisa mengayunkan tangan dengan bebas. Sementara dia sangat tanpa beban,’’ kata Osaka.

Hasil tersebut sekaligus memastikan Gauff sebagai petenis termuda yang sanggup mengempaskan petenis ranking lima besar dunia sejak Jennifer Capriati melakukannya pada 1991. Di AS Terbuka, Capriati mengalahkan Gabriela Sabatini yang menduduki peringkat ke-3 dunia.

Kejutan Lain

Stefanos Tsitsipas vs Milos Raonic

7-5, 4-6, 6 (2)-7

Tsitsipas, yang diunggulkan di tempat keenam, tak mampu mengatasi permainan brilian Milos Raonic kemarin. Raonic tak bisa dikalahkan saat servis. Dia menembakkan 19 ace, memenangkan first-serve points hingga 88 persen, dan membukukan 58 persen second-serve points. Dia tidak pernah menghadapi break point. Pukulan netnya juga bagus, 70 persen menghasilkan poin. Tsitsipas tidak berkutik.

’’Memang susah banget. Pukulan forehand-nya memenuhi seluruh lapangan,’’ kata Tsitsipas di situs resmi ATP. ’’Ada saat-saat aku tidak tahu harus berdiri di mana, karena pergerakan dia cepat sekali. Servisnya gila, bagus sekali. Aku merasa agak bodoh saat mengembalikan servisnya. Aku merasa lambat. Antisipasiku sama sekali tidak ada,’’ paparnya.

Caroline Wozniacki vs Ons Jabeur

5-7, 6-3, 5-7

Kekalahan dari petenis Tunisia itu menjadi akhir perjalanan Caroline Wozniacki di pentas tenis profesional. Dia resmi pensiun. Setelah laga, dia menangis. Namun, bukan menangisi kekalahannya. Mantan petenis nomor satu dunia itu terharu mengenang saat-saat terakhir sebagai pemain.

’’Aku biasanya tidak menangis. Tapi, ini benar-benar memori spesial yang pasti aku ingat selamanya,’’ tutur Wozniacki. ’’Ini perjalanan yang luar biasa. Aku sudah siap dengan judul perjalanan selanjutnya. Aku sudah siap dengan apa yang akan datang setelah ini,’’ ucap juara Australia Terbuka 2018 tersebut. Wozniacki mengakhiri karir karena ingin membangun keluarga dengan sang suami, David Lee.

Petenis Denmark Caroline Wozniacki menangis setelah kekalahan atas petenis Tunisia Ons Jabeur. (Greg Wood/AFP)

Serena Williams vs Wang Qiang

4-6, 7-6 (2), 5-7

Serena sedang berburu gelar grand slam ke-24 sepanjang karirnya. Namun, kekalahan dari petenis Tiongkok Wang Qiang justru jadi raihan terendah dia di Australia Terbuka dalam 14 tahun terakhir. ’’Aku tidak bermain seperti Serena,’’ ucap petenis 38 tahun tersebut. ’’Aku belum bisa jujur dengan diriku sendiri. Permainanku tidak sebaik dulu lagi,’’ tambahnya dilansir ESPN.

Serena membuat 56 kesalahan, sedangkan Wang hanya 20 unforced errors. Padahal, di AS Terbuka tahun lalu, dia mampu membantai Wang dengan skor 6-1, 6-0. ’’Untuk ukuran pemain profesional, aku membuat terlalu banyak kesalahan,’’ ujarnya.

Serena Williams dikalahkan petenis Tiongkok Wang Qiang kemarin (24/1) (DAVID GRAY/AFP)

Editor : Ainur Rohman

Reporter : irr/c5/na


Close Ads