Gaji Dipotong 10 Persen, 9 Atlet Mundur dari Pelatda DKI Jakarta

24 September 2022, 21:36:30 WIB

JawaPos.com-Ajang International Federation of Sport Climbing (IFSC) Climbing World Cup 2022 mulai berlangsung hari ini (24/9) hingga Senin (26/9).

Ajang yang berlangsung di kawasan SCBD, lot 16-17, Jakarta, itu jadi panggung bagi pemanjat Indonesia. Khususnya di nomor speed.

Sejauh ini, atlet Indonesia memang disegani di nomor tersebut. Terbukti, posisi dua teratas dengan poin terbanyak ditempati atlet Indonesia. Yaitu, Veddriq Leonardo (3.910) dan Kiromal Katibin (3.275).

Bukan hanya dua atlet itu saja. Tampil di rumah sendiri juga menjadi motivasi bagi pemanjat lain seperti Aspar Jaelolo yang sejauh ini berada di posisi ke-13 dengan 1.345 poin.

Aspar tak gentar untuk beradu kecepatan dengan sesama atlet Indonesia. Apalagi, persiapan yang dilakukannya sudah maksimal.

Aspar sudah melahap seluruh program pelatih. Karena itu, dia optimistis bisa mendapatkan catatan terbaik. Sejauh ini catatan terbaiknya adalah 5,39 detik.

Nah, hari ini Aspar bertekad bisa mencapai 5,10–5,20 detik. ’’Tetap berusaha. Catatan waktu hanya beda koma. Semua punya peluang untuk menang. Gak boleh ada kesalahan,’’ katanya saat dihubungi Jawa Pos kemarin.

Motivasinya untuk tampil baik berlipat ganda. Sebab, kemarin dia dengan delapan atlet lainnya baru saja mundur dari pemusatan latihan daerah (pelatda) DKI Jakarta.

Mereka mundur karena beberapa hal. Salah satunya lantaran pemotongan gaji atlet sebesar 10 persen lewat keputusan manajemen tanpa ada kesepakatan. Aspar tak menampik kejadian itu juga menimbulkan sisi negatif.

’’Memang ini mengganggu karena kompetisi besok (hari ini). Tapi, saya akan tetap fokus sama target medali emas,’’ bebernya.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : raf/c17/bas

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads