alexametrics

Fitriani: Saya Tidak Yakin dengan Diri Saya Sendiri

24 Juli 2019, 12:31:13 WIB

JawaPos.com-Fitriani sempat menggebrak dengan meraih gelar juara turnamen pembuka BWF Tour 2019, Thailand Masters. Pada ajang Super 300 tersebut, Fitriani mengalahkan pemain tuan rumah Busanan Ongbamrungphan dengan skor telak 21-12 dan 21-14.

Harapan sempat membumbung tinggi. Bayangan bahwa tunggal putri yang selama ini dianggap sebagai sektor terlemah dalam kontingen Indonesia akan musnah. Namun, hasrat akhirnya cuma tinggal angan-angan. Pada sebelas turnamen setelahnya, pemain berusia 20 tahun itu konsisten mondar-mandir pada babak pertama dan kedua saja.

Bahkan dalam tujuh kejuaraan terakhir, enam kali Fitriani sudah tersingkir di babak pertama. Terbaru, pada ronde 32 besar Japan Open 2019, pemain 20 tahun tersebut gagal memberikan kejuatan dan dieliminasi oleh unggulan kedua asal Tiongkok Chen Yufei.

Fitriani: Saya Tidak Yakin dengan Diri Saya Sendiri
KANDAS: Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dikalahkan ganda campuran Denmark pada babak pertama Japan Open 2019. (PP PBSI )

Bermain sangat buruk pada set pertama, Fitriani sempat memberikan perlawanan pada set kedua. Tetapi, pada akhirnya, dia kalah dalam dua set dengan skor 5-21  dan 19-21 hanya dalam tempo 31 menit di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo.

Chen Yufei, pemain nomor empat dunia tersebut seakan menjadi hantu bagi Fitriani. Pada Indonesia Open 2019 pekan lalu, Chen juga mengalahkan Fitriani pada babak pertama.

Fitriani dan Chen sudah bertemu delapan kali. Chen memenangkan enam pertandingan. Sedangkan dua kemenangan Fitriani terjadi pada babak ketiga kejuaraan dunia junior 2014. Ketika itu, Fitriani kandasa pada babak keempat. Pemilik gelar juara pada ajang tersebut adalah pemain nomor lima dunia saat ini Akane Yamaguchi asal Jepang.

Satu kemenangan Fitriani lain atas Chen terjadi pada fase grup Kejuaraan Beregu Asia 2018 di Alor Setar, Malaysia.

Namun pada pertandingan hari ini, Fitriani sama sekali tidak berkutik. “Pergerakan saya masih kurang lepas dan terbawa irama main lawan. Lawan mainnya pelan tapi tiba-tiba dia menyerang dan saya terbawa dengan permainan seperti ini,” kata Fitriani mengomentari permainannya pada set pertama. ”Dia lebih mengatur irama permainan,” imbuhnya dalam siaran pers PP PBSI yang diterima Jawa Pos.

“Akurasi pukulan saya juga kurang, banyak pengembalian saya yang keluar. Kalau dibilang tegang sih enggak, karena dia lebih diunggulkan dan dari head to head pun dia menang jauh,” ujarnya.

Pada set kedua, Fitriani mencoba bangkit. Dia sempat memimpin perolehan angka 17-15 dan sempat terjadi skor imbang 19-19. Tetapi Chen yang lebih tenang, mencetak dua angka beruntun terakhir untuk memenangkan pertandingan.

“Tadi saya memang tidak yakin dengan permainan saya, karena saya berpikir jangan sampai bikin kesalahan sendiri, nggak mau mati sendiri. Tapi malah out-nya jauh, saya seperti kurang yakin dengan diri sendiri,” tambah Fitriani.

Sementara itu di ganda campuran, pasangan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari juga kandas di babak pertama. Dia dikalahkan Mathias Christiansen/Alexandra Boje asal Denmark. Rinov/Pitha yang sempat mengambil set pertama, akhirnya menyerah dengan skor 21-16, 8-21, dan 17-21.

”Kekalahan hari ini kesalahannya lebih dari kami. Dari pertandingan-pertandingan sebelumnya, kami sudah unggul tapi nggak bisa jaga poin, kami nggak bisa lepas dari tekanan. Kami bermain kurang konsisten. Yang paling utama ya itu, konsentrasinya, kebanyakan masalahnya non-teknis,” keluh Rinov.

“Lawan kami posturnya tinggi, jadi bola-bola atas mereka tajam, jangkauan mereka lebih jauh. Sebetulnya bisa diatasi dengan pola main kami yang benar. Tapi tadi kami tidak bisa menjalankan di lapangan, sekalinya bisa, nanti terbawa lagi,” tambah Pitha.

Editor : Ainur Rohman


Close Ads