alexametrics
Thailand Masters 2020

Gregoria Kandas Karena Terlalu Memikirkan Hasil Menyakitkan di Game 1

24 Januari 2020, 14:56:52 WIB

JawaPos.com-Tunggal putri nomor satu Indonesia Gregoria Mariska Tunjung gagal memberikan kejutan pada lanjutan turnamen Thailand Masters 2020.

Pada laga perempat final di Indoor Stadium Huamark, Bangkok hari ini (24/1), Gregoria disingkirkan unggulan pertama asal Jepang Akane Yamaguchi dalam dua game dengan skor 23-25, 14-21.

Pertandingan itu berakhir dalam tempo 35 menit.

Ini adalah kekalahan kelima beruntun Gregoria atas Yamaguchi dalam lima pertandingan terakhir. Satu-satunya kemenangan yang berhasil dipetik Gregoria terjadi pada duel pertama mereka yakni di nomor beregu Asian Games 2018.

Pada game pertama, penampilan Gregoria sangat menjanjikan. Dia sempat unggul 10-8 dan 15-11. Tetapi, Yamaguchi berhasil menikung dan berbalik unggul 17-15.

Keduanya sempat terlibat empat kali setting point. Gregoria bahkan sempat mencapai game point lebih dulu dalam posisi 23-22. Namun, Akane mampu mencetak tiga angka beruntun untuk memenangkan game pertama dengan skor sangat ketat 25-23.

”Game pertama saya coba kena-kenain bola dia aja. Sama saya main lebih sabar. Tapi di beberapa poin saya kurang fokus menahan diri,” kata Gregoria dalam siaran pers PP PBSI yang diterima Jawa Pos.

Kayak beberapa kali bola sudah enak, saya pengen cepat-cepat matiin. Padahal untuk melawan pemain ulet kayak dia, nggak mungkin bola sekali serang langsung jebol. Kecuali bolanya sudah mentah banget. Tapi tadi saya beberapa kali malah maksain dan spekulasi. Jadi banyak posisi yang nggak pas,” imbuhnya.

Pada game kedua Gregoria tampil jauh lebih buruk. Dari gesturnya, dia terlihat kerap sekali frustrasi dan putus asa. Gregoria lebih banyak menunduk sambil bertumpu pada raketnya. Terutama ketika dia salah membaca arah jatuhnya bola atau saat pemain berusia 20 tahun tersebut membikin kesalahan sendiri.

Untuk body language yang tak oke itu, Gregoria memiliki penjelasan.

Game kedua saya kurang lepas dan leluasa, karena kepikiran game pertama yang kalah. Mentalnya kurang kuat untuk keluar dari tekanan,” ujar Gregoria.

”Mungkin saya terlalu mikirin hasil. Karena game pertama kalah, jadi game kedua harus lebih maksa. Tapi jadinya kurang lepas dan maksa di lapangan. Jadinya semua bola yang harusnya gampang, malah out. Kontrol juga kurang akurat jadinya,” sambung atlet asal klub Mutiara Cardinal, Bandung tersebut.

Editor : Ainur Rohman


Close Ads