alexametrics

Perjuangan Luar Biasa Bawa Greysia/Apriyani Dipastikan Meraih Medali

Pada Kejuaraan Dunia 2019 di Basel, Swiss
23 Agustus 2019, 22:50:08 WIB

JawaPos.com-Satu medali Kejuaraan Dunia 2019 sudah dipastikan Indonesia melalui ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Malam ini (23/8), Greysia/Apriyani bermain sangat baik, tampil tenang, dan secara mengejutkan mengalahkan unggulan keempat asal Tiongkok Chen Qingchen/Jia Yifan dalam dua game langsung 25-23, 23-21.

“Alhamdulillah senang dan bangga buat hasil hari ini. Tapi kami masih ada hari besok. Kami boleh bangga dengan hasil hari ini, tapi inget kami masih ada pertandingan besok. Main lagi, prepare lagi, tetap enjoy, satukan pikiran, satukan hati. Pokoknya siap buat besok,” kata Apriyani usai pertandingan St. Jakobshalle Basel, Swiss, dalam siaran pers yang diterima Jawa Pos.

Pada awal game pertama, Greysia/Apriyani tak bisa langsung memimpin dalam perolehan angka. Mereka terus berada di bawah tekanan. Chen/Jia bahkan sempat unggul nyaman 14-10.

Namun, Greysia/Apriyani perlahan-lahan bangkit. Momentumnya adalah ketika mereka bisa menyamakan kedudukan menjadi 17-17. Mendapatkan angin, unggulan kelima tersebut secara perlahan, namun pasti berhasil bangkit untuk membalikkan posisi.

Situasi menjadi sangat menegangkan. Kedua pasangan terus berkejaran. Greysia/Apriyani sempat mendapatkan game point lebih dulu ketika memimpin 20-19. Namun, Chen/Jia menolak menyerah dengan mudah.

Kedua pasangan saling berkejaran angka dalam posisi 20-20, lalu 21-21, dan 22-22. Baru dalam poin 23-23, Greysia/Apriyani sukses mengunci keunggulan untuk mengambil game pertama dalam kedudukan 25-23.

Memasuki game kedua, terjadi pertandingan yang lebih ketat. Susul menyusul poin terjadi nyaris sepanjang pertandingan. Mereka memimpin secara bergantian. Greysia/Apriyani berhasil lebih dulu merebut match point 20-19.

Namun, sama dengan kejadian pada game pertama, setting point harus terjadi lagi. Kali ini sebanyak dua kali. Dan akhirnya, pasangan Indonesia menang dramatis dengan kedudukan 23-21.

“Game pertama kami sempat kehilangan hawa di lapangan. Mereka mainnya mau cepat juga, mau menekan kami. Tapi pelatih mengingatkan, kami juga saling mengingatkan, nggak boleh kalah hawa duluan,” ucap Greysia.

”Dari situ kami bangun, kayak ditampar. Oh iya benar. Jadi harus langsung masuk ke strategi, kami harus tenang. Karena di level ini, kami sudah sama-sama tahu. Otomatis itu yang dipentingin dulu, hawa ingin berjuangnya harus dijaga. Selebihnya, kalau itu sudah dijaga, lalu fokus, pasti sudah enak mau main apa saja strateginya,” imbuh pemain berusia 32 tahun kelahiran Jakarta itu.

Keberhasilan mengalahkan Chen/Jia ini memang sangat disyukuri. Sebab, ganda putri nomor empat dunia tersebut tampil luar biasa sepanjang tahun ini sebagai pengganggu utama dominasi ganda putri Jepang. Chen/Jia meraih tiga gelar di All England, Malaysia Open, dan Kejuaraan Asia.

Secara head-to-head, Greysia/Apriyani juga lebih inferior. Sebelum kemenangan hari ini, mereka kalah lima kali dalam tujuh pertandingan.

Pada 2019 ini, Greysia/Apriyani tersandung dua kali dari Chen/Jia. Pertama di perempat final All England dan yang kedua di semifinal Australian Open.

Pada semifinal, Sabtu (24/8) malam WIB, Greysia/Apriyani akan mendaki jalan yang sangat terjal dengan menghadapi ganda putri nomor satu dunia dan juga juara bertahan asal Jepang Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara.

Secara head-to-head, Greysia/Apriyani kalah tiga kali dalam empat pertandingan. Tetapi, yang membuat kita bisa sedikit optimistis adalah, Greysia/Apriyani mengalahkan Matsumoto/Nagahara dalam duel terakhir mereka di perempat final Australian Open. Saat itu, Greysia/Apriyani menang dua game langsung, 21-19 dan 21-18.

Ganda putri Indonesia merupakan satu-satunya sektor yang belum pernah menjadi juara dunia sepanjang sejarah turnamen yang mulai bergulir pada 1977 tersebut.

Tiongkok mendominasi total sektor ganda putri dengan meraih 20 gelar juara dalam 24 penyelenggaraan. Namun, tahun lalu, dominasi Negeri Panda yang terus berdiri di podium tertinggi dalam 14 turnamen secara beruntun, akhirnya tergusur Jepang.

Pasangan Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara sukses merebut trofi justru di kandang Tiongkok, Nanjing Youth Olympic Games Sports Park Arena. Mereka mengalahkan kompatriotnya, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota.

Editor : Ainur Rohman



Close Ads