alexametrics

Main Tegang, Indonesia Kehilangan Gelar Asia Junior Mixed Team 2019

23 Juli 2019, 14:32:20 WIB

JawaPos.com-Indonesia sejatinya diambang juara Asia Junior Mixed Team 2019. Namun sayang, sudah unggul 2-0 lebih dulu, para pemain muda Indonesia tidak bisa mempertahankan keunggulan dan menyerah 2-3 dari Thailand pada final di Suzhou Olympic Sports Centre, Tiongkok.

Pada partai penentuan, ganda campuran Indonesia Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil bermain buruk dan selalu dalam tekanan pasangan Thailand Kunlavut Vitidsarn/Phittayaporn Chaiwan. Leo/Indah takluk dua set langsung 12-21 dan 16-21 hanya dalam tempo 40 menit.

”Mereka sebenarnya nggak terlalu sulit (dikalahkan). Cuma kami yang banyak mati sendiri,” kata Leo dalam siaran pers yang diterima Jawa Pos dari PP PBSI.

Main Tegang, Indonesia Kehilangan Gelar Asia Junior Mixed Team 2019
TANGGUH: Ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin membuka keunggulan Indonesia pada final Asia Junior Mixed Team 2019. (PP PBSI )

Dengan hasil ini, Indonesia untuk kali kedua selalu gagal di final. Pada partai puncak Asia Junior Mixed Team 2017, tim kita dikalahkan Korea Selatan dengan skor 2-3. Hampir sama dengan kejadiaan hari ini, dua tahun lalu, Tim Indonesia juga sempat unggul lebih dulu dengan skor 2-1.

Indonesia membuka keunggulan saat ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin mengalahkan pasangan Thailand Thanawin Madee/ Ratchapol Makkasasithorn dengan skor sangat telak 21-11 dan 21-14 hanya dalam 26 menit.

”Lawan hari ini lumayan bagus, cuma dia mungkin kurang siap dan tegang di lapangan,” kata Leo dalam siaran pers yang diterima Jawa Pos dari PP PBSI.

’’Tadi lawan seperti main di bawah tekanan, jadi nggak lepas. Bangga tentunya bisa menyumbangkan poin. Harapannya Indonesia bisa juara di sini,” tambah Daniel.

Harapan Daniel itu sempat membumbung tinggi ketika Putri Kusuma Wardani mengandaskan andalan utama Thailand, peraih perunggu Youth Olympic Games 2018 Phittayaporn Chaiwan dalam pertarungan dalam rubber set.

Tertinggal lebih dulu 18-21, Putri membabat Chaiwan dengan skor 21-12, dan 21-11 di dua set selanjutnya.

Unggul 2-0 membuat posisi Indonesia sangat nyaman. Apalagi, Putri yang berada di ranking 167 dunia memberikan kejutan besar dengan mengalahkan Chaiwan yang nangkring di posisi 60 dunia.

’’Game ketiga mungkin lawan sedikit tegang. Karena Thailand kan berharap dia menyumbangkan poin buat tim. Tapi saya juga nggak mau kalah, saya juga mau menyumbangkan poin buat tim,’’ ucap Putri.

Namun sayang, Indonesia gagal memenangkan satupun dalam tiga partai berikutnya. Semua diawali ketika Bobby Setiabudi takluk di tangan Kunlavut Vitidsarn dengan skor 16-21, 21-15, dan 18-21 dalam laga ketat sampai 53 menit.

Indonesia kembali kehilangan angka pada game keempat yang memangungkan ganda putri. Pasangan Thailand Benyapa Aimsaard/Peeraya Khantaruangsakul sukses mengalahkan Nita Violina Marwah/Putri Syaikah juga dalam tiga set 16-21, 21-16, dan 21-8.

’’Kami mainnya kurang lepas, kurang bisa menikmati permainan. Pengennya ambil poin, tapi di lapangan malah tegang,’’ ucap Nita.

Thailand yang menjadi juara baru pada ajang ini menyamai catatan Jepang yang meraih satu gelar juara. Kolektor trofi terbanyak Asia Junior Mixed Team adalah Tiongkok dengan delapan gelar.

Korea Selatan dan Malaysia menyusul dengan dua piala. Ajang Asia Junior Mixed Team kali pertama diadakan pada 2006.

Sedangkan Indonesia belum sekalipun naik ke podium teratas.

Editor : Ainur Rohman



Close Ads