alexametrics

Jika Merekrut Sebastian Vettel, Mercedes Akan Menjadi Tim Super

23 Mei 2020, 14:45:04 WIB

JawaPos.com ‒ Hanya tersisa dua opsi bagi Sebastian Vettel setelah memutuskan hengkang dari Ferrari di akhir musim nanti. Menyeberang ke Mercedes atau pensiun.

Mantan F1 Supremo Bernie Ecclestone, yang dikenal punya insting bisnis luar biasa, berharap Mercedes bisa menggaet pemegang gelar juara dunia empat kali tersebut. Sebab, menyandingkan dua bintang terbesar F1 saat ini dalam satu tim bakal menjadikan balapan jet darat itu lebih menarik ditonton.

”Aku ingin melihat dia (Vettel, Red) melawan Lewis Hamilton (dengan mobil yang sama),” ujar Ecclestone dilansir Motorsport Week.

Menurut dia, menyatukan Vettel dan Hamilton akan membuat Mercedes menjadi tim super. Peluang tersebut terbuka lebar lantaran kontrak kedua pembalap Mercedes tim bakal kedaluarsa akhir tahun ini.

Vettel punya kans menggeser posisi Valtteri Bottas yang belum mampu menandingi ketangguhan Hamilton hingga musim ketiganya bersama Mercedes.

Mercedes sendiri telah memberikan sinyal ketertarikannya mendatangkan Vettel. Bahkan, sejumlah petinggi perusahaan induk Mercedes, Daimler, dikabarkan mendorong agar Vettel bisa direkrut musim depan. Alasannya klasik. Akan menyenangkan melihat seorang pembalap Jerman menunggangi mobil dari brand Jerman pula.

Namun, team principle Mercedes Toto Wolff tak ingin berspekulasi lebih jauh. Dia bahkan heran dengan tim-tim F1 yang dianggapnya terlalu cepat memutuskan merekrut pembalap baru untuk musim depan di kala kalender balap tahun ini bahkan belum bergulir.

”Aku tidak mengerti dengan tim-tim itu. Mereka merekrut pembalap yang musim depan membela tim rival. Karena ini akan terkait langsung dengan (rahasia, Red) pengembangan mobil selama musim ini berjalan. Dan aku tidak mau berada pada posisi tersebut,” tandas Wolff.

Namun, situasi di belakang layar terus berubah. Negosiasi demi negosiasi terus berlangsung. Kabar terakhir menyebutkan, Bottas sudah mengizinkan manajemennya untuk membuka pembicaraan dengan Renault.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, satu kursi balap di pabrikan Prancis itu kosong selepas ditinggalkan Daniel Ricciardo yang hengkang ke McLaren musim depan.

Dilansir Motorsports Total, Bottas dikabarkan telah mengirim manajernya Didier Coton untuk bertemu bos Renault Cyril Abiteboul. Kabar tersebut mengejutkan.

Karena sebelumnya Renault lebih santer disebut-sebut menjalin kontak dengan juara dunia F1 dua kali Fernando Alonso. Bahkan, Liberty Media sebagai pemilik hak siar F1 bersedia menyubsidi kekurangan dana untuk membayar gaji pembalap Spanyol tersebut.

Jika semua skenario itu berjalan dengan lancar, harapan Ecclestone bahwa Mercedes akan menjadi tim super pasti bakal terwujud. Namun, keputusan tersebut juga seperti pisau bermata dua.

Mercedes akan diisi dua matahari kembar yang sama-sama bersinar. Yakni, dua pembalap dengan gelar juara dunia, yang jika digabung sekaligus, jumlahnya ada 10. Vettel 4, Hamilton 6. Tidak mudah bagi sebuah tim F1 meredam konflik internal yang bisa meledak sewaktu-waktu di lintasan.

Pengalaman seperti itu pernah terjadi ketika Hamilton masih berpasangan dengan Nico Rosberg. Persahabatan keduanya semenjak belia tak cukup kuat untuk meredam konflik internal. Berkali-kali percikan konflik membesar, lalu meletus di tengah balapan. Hingga akhirnya Rosberg memutuskan pensiun setelah sukses mencuri gelar juara dunia F1 pada 2016.

Itulah kali terakhir Mercedes memiliki juara dunia berkebangsaan Jerman. Setelah Rosberg hengkang, Bottas masuk menggantikannya. Dengan karakter Bottas yang lebih kalem, Mercedes menjadi tim yang nyaris tanpa konflik internal.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : nap/c25/cak



Close Ads