alexametrics

Alasan No 1 Indonesia Ditarik dari Swiss Open dan Fokus ke All England

23 Februari 2021, 20:42:23 WIB

JawaPos.com-Empat hari lagi, tim Indonesia akan berangkat untuk mengikuti ajang Swiss Open 2021.

Saat ini, skuad Indonesia terus mempersiapkan diri untuk mencapai hasil terbaik dalam turnamen yang digelar di Basel pada 2 sampai 7 Maret 2021 itu.

Saat ini, para pemain terus berlatih baik pagi dan sore di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur. Porsi latihan pun tidak hanya pada teknik, tetapi juga segi fisik.

Selasa sore ini (23/2), para pemain ganda campuran menjalani latihan fisik. Gloria Emanuelle Widjaja bersama pemain lainnya di bawah bimbingan pelatih fisik, Felix Ary Bayu Marta, melakukan latihan kecepatan dan kelincahan.

Dalam latihan ini, mereka harus bergerak cepat menuju sasaran untuk menyentuh dan mematikan lampu yang menyala secara otomatis.

“Iya, tadi latihan mengejar lampu, fungsinya untuk melatih kecepatan dan kelincahan. Juga koordinasi kaki, tangan, dan mata. Harus cepet, karena ada waktu yang dikejar. Ya cukup asyik latihan begini,” ungkap Gloria dalam siaran pers PP PBSI yang diterima JawaPos.com.

Gloria adalah salah satu wakil Indonesia yang akan tampil di turnamen level Super 300 ini. Bersama sang partner Hafiz Faizal, dia diharapkan bisa mencapai final atau bahkan juara.

Hal ini berkaitan dengan peringkat Race to Olympic mereka yang berada pada posisi kritis, yaitu ranking 8. Poin mereka hanya berbeda tipis dengan ranking di bawahnya.

Namun sayangnya, kondisi pandemi Covid-19 membuat seluruh pemain yang tampil di Swiss Open tidak bisa mengikuti All England yang berlangsung pada 17 sampai 21 Maret.

Sebab, sepulang dari Swiss, para atlet diharuskan mengikuti karantina di Jakarta selama sepekan, sehingga tidak memiliki cukup waktu untuk mengejar keberangkatan menuju, Birmingham, Inggris.

Selain itu, selama menjalani karantina, para pemain juga tidak dapat berlatih. Padahal, turnamen All England ini merupakan kejuaraan tertua di dunia sekaligus dengan tingkat persaingan yang lebih ketat.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky mengatakan bahwa dengan pertimbangan tersebut, maka pemain yang dikirim ke Swiss, tidak dapat tampil di All England.

“Iya jadi untuk pemain-pemain Swiss itu tidak mungkin untuk lanjut tampil di All England. Karena secara persiapan tidak memungkinkan mereka bisa bermain maksimal,” tutur Rionny.

“Ketika mereka pulang dari Swiss kan perlu karantina dulu di Jakarta, jadi waktunya tidak cukup untuk mengejar ke Birmingham. Kalau mereka langsung lanjut ke Birmingham pun risikonya terlalu besar, karena di sana penyebaran Covid-nya masih tinggi,” ucap Rionny.

Baca Juga: Saat Nomor 1 Dunia Dikalahkan Seorang Murid SMA Berusia 16 Tahun

Terkait nasib tunggal putri nomor satu Indonesia Gregoria Mariska Tunjung, menurut Rionny, anak didiknya ini tidak bisa tampil di Swiss Open 2021. Juara Dunia Junior 2017 itu lebih difokuskan untuk tampil di All England.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : PP PBSI




Close Ads