Juara Bertahan Akui Beruntung Bisa Pukul Tim Debutan Bentukan SBY

23 Januari 2022, 19:16:02 WIB

JawaPos.com-Kehadiran Rendy Tamamilang kembali mengangkat performa Surabaya Bhayangkara Samator (SBS). Kemarin mereka menekuk tim debutan Bogor LavAni dengan skor 3-2 (16-25, 26-24, 25-23, 21-25, 15-12) saat berhadapan di Padepokan Bola Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Kabupaten Bogor.

Sebelumnya, Rendy absen ketika timnya takluk oleh Jakarta BNI 46 dengan skor 2-3.

Pelatih SBS Sigit Ari Widodo mengungkapkan, kehadiran Rendy sangat membantu pasukannya dalam meraih kemenangan. ’’Pastinya. Karena motor serangan tim di sini adalah dia,’’ katanya saat diwawancarai pasca pertandingan.

Padahal, kondisi Rendy belum 100 persen karena baru latihan dengan tim Jumat (21/1) malam. Rendy sempat pulang ke Manado karena ibunya meninggal. ’’Tapi, minimal secara psikologis dan mental baik,’’ bebernya.

Sigit melanjutkan bahwa LavAni tim bagus dengan kontribusi pemain asing yang optimal. Dan dia mengakui kemenangan kali ini berbau keberuntungan. Sebab, tim yang didirikan presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono itu melakukan banyak kesalahan sendiri. Khususnya pada set pemungkas yang membuat tim bisa unggul lebih jauh.

Sigit juga mengakui permainan timnya tidak berjalan sesuai harapan. Terutama pada set pertama. Suplai bola dari belakang ke depan tidak bagus yang akhirnya membuat tim kedodoran untuk bisa menyerang.

Selain itu, peran dua pemain asing, Marko Sindelic dan Tim Taylor, di awal-awal game tidak optimal. Karena itu, di pertengahan set kedua hingga selesai pertandingan, Sigit lebih banyak memberikan kepercayaan kepada pemain lokal.

Dia memiliki alasan tersendiri untuk keputusannya itu. Sebab, dia ingin menciptakan keharmonisan tim. ’’Karena pemain lokal adalah teman-teman yang sudah sama-sama tahu setiap hari. Sudah bersama sejak kecil dan level junior. Saya berpikir bahwa pemain-pemain lokal akan lebih termotivasi untuk mengalahkan LavAni,’’ bebernya.

Asisten pelatih LavAni Erwin Rusni menyatakan, meski kalah, ada peningkatan dalam tim. Terutama komunikasi antara pemain lokal dengan duo pemain asingnya, Jorge Gonzales Garcia dan Leandro Martinus da Silva.

Selain itu, Erwin menyadari mental bertanding pasukannya belum baik. Terutama ketika di poin-poin kritis. Tim mudah panik. ’’Jadi sering tertekan dan membuat (permainan) pecah tidak satu tim. Itu akan kami perbaiki,’’ jelasnya.

Kemenangan tersebut membuat Samator menempel ketat Jakarta Pertamina Pertamax (JPX) di papan atas klasemen. Keduanya sama-sama mengoleksi 9 poin berkat tiga kemenangan dan satu kekalahan. Bedanya, JPX lebih unggul dalam agresivitas angka.

Yakni, 336-306 untuk JPX dan 426-413 untuk Samator. Posisi puncak bakal ditentukan saat keduanya bertemu di seri keempat atau putaran pertama Proliga (29/1).

Pada laga lain, Kudus Sukun Badak tidak mampu melanjutkan tren positifnya. Setelah mengalahkan JPX 3-0, kemarin Sukun takluk oleh Palembang Bank Sumsel Babel (PBSB) dengan skor 2-3 (22-25, 25-23, 23-25, 11-15). Ini menjadi kemenangan perdana bagi PBSB di Proliga.

Kondisi tersebut membuat persaingan tim untuk memperebutkan final four semakin sengit. Pelatih PBSB Putut Marhaento menilai, pemainnya tampil lebih sabar dalam laga tersebut. ’’Inilah yang membedakan akhirnya tim bisa meraih kemenangan perdana,’’ terangnya.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : raf/c17/bas

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads