alexametrics
MotoGP 2020

Yamaha Begitu Tangguh di Tes, Tapi Bisakah Berlanjut Di Balapan?

22 November 2019, 23:02:15 WIB

JawaPos.com–Tentu masih jauh dari cukup untuk memetakan kekuatan tim-tim MotoGP dalam persaingan musim depan (2020) berdasar hasil tes dua hari di Valencia 19–20 November lalu.

Tetapi, ada pola yang terulang. Yamaha begitu tangguh saat uji coba pramusim. Setelah itu, Honda bakal kembali digdaya begitu musim balapan benar-benar dimulai.

Apakah polanya akan tetap sama tahun depan?

Yamaha menguasai penuh uji coba postseason di Valencia. Tiga pembalap penunggang YZR-M1, yakni Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha), Fabio Quartararo, dan Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT), bertengger di papan atas daftar pembalap tercepat.

Meski begitu, dua pembalap pabrikan mereka, Vinales dan Valentino Rossi, sepakat bahwa kemajuan yang dialami motor baru sejauh ini belum cukup menandingi Ducati dan Honda. Terutama untuk duel-duel di trek lurus. ’’Kami masih butuh lebih banyak power. Ini belum cukup. Para kompetitor masih jauh berada di depan,” ucap Vinales dilansir Crash.

Yamaha bekerja lebih efektif untuk menghadapi musim baru dibandingkan tahun lalu. Salah satunya hanya menyediakan satu jenis mesin baru untuk diuji coba.

Berbeda dengan tahun lalu di mana pabrikan berlogo garpu tala itu memberikan opsi 2–3 jenis mesin kepada Rossi dan Vinales sebelum akhirnya dipilih yang terbaik untuk dipakai pada musim baru.

’’Aku senang cara kerja Yamaha saat ini. Kami tidak lagi dipusingkan untuk memilih mesin baru. Jadi, kerja kami lebih fokus,’’ ungkap Rossi.

Vinales telah menjajal paket mesin dan sasis terbaru pada hari kedua tes. Hasilnya, dia membukukan waktu tercepat 1 menit 29,849 detik. Pembalap 24 tahun itu menjadi satu-satunya rider yang mampu membuat catatan di bawah 1 menit 30 detik. Karena melihat hasil itu pula, Quartararo langsung ngebet ingin segera menjajalnya.

Rookie of the Year tersebut baru mendapat pasokan motor baru 2020 di tes lepas musim kedua di Jerez pekan depan, 25–26 November. ’’Yang jelas, kami (Yamaha) kalah di top speed. Namun, jika melihat hasil tes Maverick (dengan motor baru), sepertinya kami sudah selangkah lebih maju. Aku jadi tidak sabar untuk menjajalnya,’’ terang Quartararo.

Jerez juga menjadi trek yang lebih cocok untuk membuktikan penambahan power pada mesin YZR-M1. Di Valencia, potensi tersebut belum bisa terlihat jelas karena lintasan yang cenderung pendek.

Dari kubu Honda, Marc Marquez tampak sangat percaya diri dengan motor barunya. Dia bahkan mewanti-mewanti Honda agar memberikan motor yang tercepat untuknya. Dia bahkan rela jika harus menguras tenaga dan menyesuaikan riding style-nya demi motor baru yang supercepat di lintasan.

’’Aku tidak menginginkan motor yang mudah ditunggangi. Tetapi, aku ingin motor yang paling cepat,’’ ujarnya dilansir Crash. Sinyal tersebut seakan menjawab Honda yang ingin membangun motor yang lebih mudah dikendarai seperti Yamaha dan Suzuki.

Sepanjang dua hari tes, Marquez tampak menjadi mentor bagi adiknya, Alex, yang bakal menjadi rookie MotoGP musim depan. Pada kesempatan tersebut, Alex masih bermarkas di garasi LCR-Honda dan mengendarai motor lama 2019 milik Cal Crutchlow.

Banyak lap dilalui Alex di belakang sang kakak untuk memahami gaya membalap yang efektif di atas RC213V. Pada dua hari tes tersebut, Alex menjadi rider yang cukup banyak melahap jumlah putaran. Yakni, 132 lap. Itu adalah cara paling mudah untuk membiasakan diri dan beradaptasi dengan perilaku motor baru.

’’Nanti di (tes) Jerez, aku baru berada di garasi Repsol Honda (tim barunya bersama sang kakak Marc Marquez),’’ ucapnya.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : irr/c17/cak



Close Ads