alexametrics

Indonesia Masters Jadi Turnamen Super 500 Berhadiah Tertinggi di Dunia

22 November 2019, 17:15:04 WIB

JawaPos.com – Indonesia Masters 2020 bergulir awal tahun depan. Tepatnya pada 14–19 Januari 2020 di Istora Senayan, Jakarta.

Namun, ada yang berbeda dengan penyelenggaraan turnamen berlevel super 500 tersebut. Yakni, hadiah yang diberikan. Turnamen yang kali pertama dihelat pada 2010 itu kini menawarkan prize money USD 400 ribu. Setara dengan Rp 5,63 miliar.

Jumlah tersebut naik USD 50 ribu dari edisi sebelumnya. Jika turnamen lain tidak menaikkan prize money, jumlah itu akan menjadi hadiah tertinggi turnamen super 500 dalam kalender BWF. Rata-rata, turnamen selevel itu menawarkan total prize money USD 350 ribu atau Rp 4,9 miliar.

’’Yang jelas tidak sampai menandingi Indonesia Open. Nanti lucu dong kalau Indonesia Open kalah dari seri super 500,’’ kata Sekjen PP PBSI Achmad Budiharto dalam konferensi pers di Hotel Pullman Jakarta kemarin (21/11).

Indonesia Open yang berlevel super 1.000 menawarkan hadiah yang jauh lebih besar lagi. Yaitu, sampai USD 1,25 juta atau Rp 17,6 miliar.

Menaikkan hadiah adalah salah satu taktik penyelenggara turnamen untuk menarik lebih banyak nama besar agar turut serta. Meski, sebenarnya strategi tersebut tidak perlu dilakukan. Tahun depan kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo sedang seru-serunya. Para pemain top dunia sudah pasti bakal berlomba-lomba mengumpulkan poin di ajang tersebut.

Karena itulah, PP PBSI kompak tidak ingin membebani atlet. Indikasinya, mereka ogah bicara soal target juara. ’’Terus terang, kalau ditanya target, saya paling alergi,’’ ujar Ketua Umum PP PBSI Wiranto.

Menurut dia, saat ini permainan bulu tangkis sudah menggunakan sports science. Masing-masing dapat dengan mudah saling mengintip permainan lawan. ’’Saya rasa kualitas mereka (para pemain dunia, Red) tidak jauh beda. Jadi, yang menentukan kemenangan itu saat dia di posisi puncak atau tidak,’’ papar mantan Menko Polhukam tersebut.

Tahun ini pada ajang Indonesia Masters, Indonesia hanya meraih satu gelar dari ganda putra. Yakni, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Apakah mereka lagi yang diharapkan?

’’Saya tak memberi angka. Target saya adalah para pemain pada saat yang tepat, dalam arti kemampuan paling puncak dalam diri Anda. Puncak dalam arti mentalitas, fisik, dan teknis (berada di atas, Red). Menang kalah itu urusan Yang Mahakuasa,’’ tuturnya.

Terlepas dari itu, badminton lovers sudah bisa bersiap-siap hunting tiket. Sebab, penjualan tiket via online dibuka besok (23/11). ’’Sengaja di-publish lebih awal,’’ katanya. ’’Berdasar pengalaman yang lalu, makin panjang kami lepaskan, kepuasan penonton akan lebih baik,’’ jelas Budiharto.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : feb/c14/na



Close Ads