alexametrics

Ada Tangan Dingin Pelatih Indonesia Pada Kesuksesan Chou Tien-chen

22 Juli 2019, 08:21:53 WIB

JawaPos.com-Tuah Istora Senayan kali ini tidak berpihak pada Anders Antonsen. Pebulu tangkis asal Denmark itu tidak mampu mengulang kesuksesannya ketika meraih gelar juara Indonesia Masters Januari lalu. Kemarin, pemain ranking ke-11 dunia itu kandas di tangan unggulan keempat Chou Tien-chen pada final Blibli Indonesia Open 2019.

Hasil tersebut sekaligus menambah panjang daftar kegagalannya mengatasi pemain Taiwan. Chou unggul telak dalam head-to-head yakni 5-0.

Padahal, jika menang, itu akan menjadi gelar juara kedua baginya. Antonsen kalah dalam tiga game 18-21, 26-24, dan 15-21 dalam tempo 1 jam 31 menit.

’’Saya memulai pertandingan agak slow. Terlalu banyak keputusan bodoh yang saya buat. Tentu saja saya sangat kecewa saat ini,’’ kata Antonsen.

Sementara itu, raut bahagia tidak bisa disembunyikan Chou. Pemain 29 tahun tersebut sampai menangis haru. Sebab, inilah kali pertama dia meraih juara di Indonesia dan memeluk gelar pada turnamen BWF Tour paling elite, super 1.000.

Ini adalah gelar pertama Chou sepanjang 2019. Dalam sejarah Indonesia Open sejak bergulir pada 1982, Chou adalah pemain tunggal putra Taiwan pertama yang berdiri di podium teratas.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari campur tangan pelatih asal Indonesia Victo Wibowo yang saat ini melatihnya. Selain itu, upaya Chou untuk menjadi juara layak diapresiasi lantaran empat dari lima pertandingan yang harus dia jalani berakhir rubber game. Ini membuktikan bahwa tenaganya sangat luar biasa.

’’Senang sekali rasanya bisa menang. Capek sudah pasti, tapi saya harus pintar-pintar menjaga stamina. Terima kasih juga untuk fans yang sudah mendukung,” ucap Chou.

Di sisi lain, ganda campuran terbaik dunia Zheng Siwei/Huang Yaqiong berhasil mewujudkan target mereka untuk mengambil gelar juara. Tahun lalu mereka terhenti di semifinal. Edisi 2019, Zheng/Huang mengalahkan kompatriot mereka, yaitu pasangan nomor dua dunia Wang Yilyu/Huang Dongping.

Ini sekaligus menjadi gelar keempat yang diraih pasangan Tiongkok itu sepanjang tahun ini.

’’Kunci kesuksesan ini adalah latihan. Kalau latihan lebih banyak dibanding orang lain, main akan lebih bagus. Tidak ada yang instan. Kalau mau baik, harus kerja keras tiap hari,” tegas Zheng.

Tim Jepang menyegel dua gelar juara dari ganda putri Yuki Fukushima/Sayaka Hirota yang sukses mempertahankan gelar. Sementara itu, Akane Yamaguchi menyumbang gelar dari sektor tunggal putri dengan menumbangkan andalan India, Pusarla V. Sindhu.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : feb/c17/tom

Close Ads