alexametrics

Ganda Putri Indonesia Bakal Manfaatkan Usia Muda dan Perkuat Kecepatan

22 Juni 2022, 17:00:44 WIB

JawaPos.com-Perhelatan Indonesia Masters Super 500 dan Indonesia Open Super 1000 menjadi momentum bagi sektor ganda putri untuk mengukur kekuatan. Di dua ajang tersebut, pelatnas menempatkan tiga pasangan.

Namun, dari ketiga pasangan, baru Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang sudah menunjukkan tren positif dengan berhasil meraih gelar runner-up Indonesia Masters dan perempat finalis Indonesia Open.

Sementara itu, perkembangan dua ganda lainnya, Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi dan Febby Valencia Dwijayanti Gani/Ribka Sugiarto, belum begitu signifikan.

Kini, tiga pasangan ganda putri tersebut kembali siap mengikuti tur Asia terdekat. Yakni, Malaysia Super 750 pada 28 Juni hingga 3 Juli mendatang.

Berdasar drawing, ketiganya memiliki tantangan berarti. Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti melawan Baek Ha-na/Lee Yu-lim (Korea Selatan), Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi menghadapi unggulan ketiga Kim So-yeong/Kong Hee-yong, dan Ribka Sugiarto/Febby Valencia Dwijayanti Gani melawan wakil tuan rumah Vivian Hoo/Lim Chiew Sien (Malaysia).

Ganda putri pelatnas Amalia Cahaya Pratiwi mengaku masih banyak kekurangan yang dimiliki. Tak hanya dari mental saat menghadapi poin-poin kritis, pola permainan dalam mematikan lawan perlu terus diasah.

Dia berharap bisa terus memperbaiki kekurangan yang ada. Supaya tidak hanya jadi pelengkap karena gugur di babak-babak awal dalam turnamen yang diikuti. ’’Kami target untuk bisa tembus 30 besar ya supaya bisa terus (ikut turnamen besar),’’ ujar pemain yang kini berperingkat ke-68 tersebut.

Sementara itu, Ribka juga ingin terus memperbaiki ranking yang ada. Sebab, saat ini, dia bersama Febby menempati ranking kr-208 dunia. ’’Harus terus evaluasi dan berikan yang terbaik di setiap pertandingan. Ada target tersendiri kan. Harus terus pelajari pola main juga sih,’’ tutur Ribka.

Pola bermain memang menjadi catatan bagi ganda putri muda Indonesia. Pelatih ganda putri pelatnas Eng Hian memang ingin terus mendorong para pemain mudanya untuk bisa bermain lebih menyerang.

’’Karakternya akan saya ciptakan seperti itu. Masih muda-muda. Akan saya bentuk speed-nya dulu,’’ papar Koh Didi –sapaan Eng Hian.

Sebagaimana diketahui, duet Febby/Ribka berusia 22 tahun dan Febriana/Amalia berusia 21 tahun. Bandingkan dengan ganda putri yang berada di level elite dunia dengan usia yang sudah lebih senior.

Seperti ranking satu dunia asal Tiongkok Chen Qing Chen/Jia Yi Fan yang akhir Juni ini berusia 25 tahun. Ataupun duet Korea Selatan Lee So-hee/Shin Seung-chan (28-27) dan pasangan Jepang Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (29-27).

Dengan keunggulan usia muda tersebut, tak salah jika Koh Didi ingin menggenjot fisik para pemainnya agar lebih siap bermain di reli-reli panjang. Apalagi, diketahui pertandingan di sektor ganda putri bisa lebih dari satu jam.

’’Bagaimana mereka punya pola permainan di-upgrade dan sesuai kebutuhan dengan lawan yang dihadapi,’’ jelas Koh Didi.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : raf/c17/dra

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads