alexametrics
Novak Djokovic Raih Gelar Grand Slam ke-18

Rod Laver Arena, Rasa Cintaku Kepadamu Makin Besar dari Tahun ke Tahun

22 Februari 2021, 17:17:50 WIB

JawaPos.com − Sesaat setelah kiriman bolanya gagal dibaca Daniil Medvedev, Novak Djokovic langsung menjatuhkan diri. Dia melemparkan raket, kemudian telentang di tengah Rod Laver Arena.

Sebanyak 7.400 penonton yang hadir di lapangan tersebut bertepuk riuh. Sebab, itu adalah momen Djokovic memastikan gelar grand slam Australia Terbuka kesembilannya sepanjang karir.

Jumlah sembilan trofi itu memantapkan statusnya sebagai pengumpul gelar terbanyak di ajang tersebut. Total, petenis ranking satu dunia itu telah mengumpulkan 18 gelar dari empat ajang grand slam.

Jumlah tersebut semakin mendekatkan dirinya dengan Roger Federer dan Rafael Nadal. Federer dan Nadal saat ini masih berstatus pengumpul trofi grand slam tunggal putra terbanyak sepanjang masa. Keduanya sama-sama memiliki 20 piala.

’’Terima kasih untuk lapangan ini,’’ ucap Djokovic dilansir AFP. ’’Rod Laver Arena, rasa cintaku kepadamu makin besar dari tahun ke tahun. Aku harap hubungan cinta ini akan terus berlanjut,’’ tambah petenis 33 tahun itu.

Wajar jika Djokovic semakin cinta Rod Laver Arena. Sebab, dia belum terkalahkan dalam 18 laga (18-0) semifinal dan final yang telah dia jalani di Australia Terbuka. Kali pertama dia merengkuh trofi di turnamen tersebut pada edisi 2008. Saat itu dia masih berusia 20 tahun.

Djokovic juga sudah dua kali meraih hat-trick atau tiga kali juara berturut-turut di Australia Terbuka. Selain 2019, 2020, dan 2021, Djokovic menjadi juara edisi 2011, 2012, dan 2013. Tiga gelar lain dia rengkuh pada 2008, 2015, dan 2016.

Sebaliknya, Medvedev yang diprediksi mampu membuat Djokovic kesulitan ternyata gagal memberikan perlawanan maksimal. Petenis 25 tahun asal Rusia itu malah sempat frustrasi. Dia membanting raketnya sampai penyok saat sudah tertinggal 2-5 pada set kedua.

’’Tidak mudah memulai pidato saat baru saja kalah di final grand slam,’’ keluh Medvedev. ’’Sungguh aku ingin partai ini berjalan lebih lama dan menarik. Tapi, itu ternyata tidak bisa terjadi hari ini,’’ imbuhnya.

Baca Juga: Saat Nomor 1 Dunia Dikalahkan Seorang Murid SMA Berusia 16 Tahun

Meski rekor 20 kemenangan berturut-turutnya terputus, setelah turnamen ini Medvedev akan naik ke peringkat ketiga dunia. Itu adalah ranking tertingginya sepanjang karir.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : irr/c17/bas




Close Ads